• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 8 Agustus 2022

Matraman

Fatayat NU di Madiun Rutin Bumikan Barzanji saat ‘Selapanan’

Fatayat NU di Madiun Rutin Bumikan Barzanji saat ‘Selapanan’
Pembacaan Diba' Barzanji saat rutina 'Selapanan' PAC Fatayat NU Geger, Kabupaten Madiun. (Foto: NOJ/Maslakatus Solikah).
Pembacaan Diba' Barzanji saat rutina 'Selapanan' PAC Fatayat NU Geger, Kabupaten Madiun. (Foto: NOJ/Maslakatus Solikah).

Madiun, NU Online Jatim

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Geger rutin melaksanakan ‘Selapanan’. Kegiatan dipusatkan di aula Situs Muktamar NU, Desa Pagotan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Ahad (19/09/2021).

 

Program Selapanan ini lumrahnya diawali dengan pemotongan tumpeng, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Diba’ Barzanji. Pertemuan ini dilakukan setiap 35 hari sekali, tepatnya setiap Ahad Pon. Pelaksanaannya dijadwal secara bergantian setiap desa atau ranting Fatayat NU se-Kecamatan Geger.

 

Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Geger, Zumrotul Masruroh mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan gerakan turba atau turun ke bawah dengan tujuan untuk memperkuat silaturahim antara PAC dengan Pimpinan Ranting (PR).

 

”Kegiatan ini untuk mempererat silaturahim antar pengurus, serta melakukan motivasi atas semua kegiatan yang dijalankan oleh PR,” ujar Ruroh, sapaan akrabnya.

 

Ruroh juga menyebutkan, bahwa dilakukannya pembacaan Diba’ Barzanji ini untuk mengenalkan kepada anak-anak sebagai genarasi penerus agar tidak asing dengan Diba’ Barzanji.

 

Tidak hanya itu, menurut Ruroh, sudah sepantasnya sebagai kader muda perempuan NU mengamalkan amaliyah-amaliyah ke-NU-an, salah satunya adalah pembacaan Diba’ Barzanji.

 

“Seperti yang dikatakan almaghfurlah KH M Hasyim Asyari, bahwa seorang santri bukan hanya mereka yang mondok bertahun-tahun, tetapi juga yang berkhidmat di NU. Siapapun yang ikhlas berkhidmat dan mengamalkan amalan NU, akan dianggap sebagai santrinya. Dan siapapun yang menjadi santrinya, akan didoakan husnul khatimah,” ungkapnya.

 

Sementara Ketua PR Fatayat NU Pagotan, Nikmatul Wafiroh menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh kader Fatayat NU yang hadir. Menurutnya, hal ini merupakan apresiasi yang luar biasa bagi PR Fatayat NU Pagotan sebagai tuan rumah.

 

“Terima kasih pula kepada Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pagotan dan PR Muslimat NU Pagotan yang telah terus membimbing bersama dalam organisasi dan memberikan semangat untuk mensyiarkan dakwah ke-NU-an,” pungkasnya.

 

Penulis: Maslakatus Solikah

Editor: A Habiburrahman


Matraman Terbaru