• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 30 September 2022

Matraman

Fatayat NU Madiun Awali Rangkaian Harlah dengan Ziarah Muassis

Fatayat NU Madiun Awali Rangkaian Harlah dengan Ziarah Muassis
Anggota Fatayat NU Kabupaten Madiun saat ziarah ke makam muassis. (Foto: NOJ/ Mirna Nur Asyiah).
Anggota Fatayat NU Kabupaten Madiun saat ziarah ke makam muassis. (Foto: NOJ/ Mirna Nur Asyiah).

Madiun, NU Online Jatim

Banyak cara bisa dilakukan untuk memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-71 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU). Seperti beragam rangkaian acara yang disiapkan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Madiun.

 

Di antara rangkaian Harlah Fatayat NU tersebut yaitu ziarah makam pendiri Fatayat dan ibu nyai atau tokoh NU setempat pada Jumat (16/04/2021). Kegiatan ini dilaksanakan di Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU masing-masing dan diikuti oleh pengurus dan anggota dari PAC tersebut.

 

"Ziarah makam kiai, ibu nyai dan tokoh NU se Kabupaten Madiun ini merupakan rangkaian kegiatan Harlah ke-71  Fatayat NU," ujar Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Madiun, Ummu Habibah.

 

Kegiatan ziarah makam sangat penting untuk mengenang jasa para pendiri NU dan khususnya Fatayat. Dalam pelaksanaannya, PC Fatayat NU Kabupaten Madiun menginstruksikan kepada seluruh PAC agar melaksanakan ziarah makam para pendiri NU di daerah masing-masing yang dilakukan secara serentak.

 

Dalam kegiatan ziarah tersebut dilaksanakan pembacaan surat yasin, tahlil dan doa bersama serta diakhiri dengan tabur bunga.

 

"Ziarah ini dilaksanakan untuk mendoakan tokoh-tokoh pejuang agama yang telah mendahului kita dan harapannya kita dapat meneladani perjuangan mereka. Utamanya perjuangan poro ibu nyai," tambah Ummu.

 

Sebagai penerus wajib untuk mendoakan para muasis NU yang telah berjasa dalam kepentingan agama dan juga negara. Sikap para ulama pendiri NU harus terus menjadi ruh bagi para pengurus dalam menjalankan roda organisasi, karena telah terbukti jasa mereka sangat besar terhadap agama dan bangsa.

 

 

"Spirit yang dimiliki ibu nyai dalam dakwah Islam harus senantiasa kita pegang teguh dan kita pedomani dalam perjalanan dakwah kita," pungkas Ummu.

 

Editor: Romza


Editor:

Matraman Terbaru