• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 4 Maret 2024

Matraman

Gus Iqdam Jelaskan Manfaat Masuk Organisasi IPNU-IPPNU

Gus Iqdam Jelaskan Manfaat Masuk Organisasi IPNU-IPPNU
Gus Iqdam saat memberikan tausiyah di Trenggalek. (Foto: NOJ/Madchan Jazuli)
Gus Iqdam saat memberikan tausiyah di Trenggalek. (Foto: NOJ/Madchan Jazuli)

Trenggalek, NU Online Jatim

Pengasuh Majelis Sabilu Taubah, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Agus Muhammad Iqdam Kholid atau yang kerap disapa Gus Iqdam menyita perhatian ribuan jamaah di Trenggalek.


Pihaknya memberikan pesan kebermanfaatan dalam masuk ranah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).


"Ada dulu anak madrasah di rumah saya. Mondok 3 tahun tidak sesuai alirannya, pulang-pulang tidak mau mendoakan orang tua. Makanya dengan masuk IPNU-IPPNU akidah akan terjaga ila yaumil qiyamah," ungkap Gus Iqdam dalam Ngaji Kebangsaan di Konferensi Cabang (Konfercab) IPNU-IPPNU Kabupaten Trenggalek, Jum'at (02/06/2023).


Gus Iqdam menjelaskan pentingnya masuk ke dalam sebuah jamiyah salah satu dari Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU). Lantaran, di luar itu tidak sedikit yang menganut faham aliran intoleran maupun tanpa memiliki sanad keilmuan yang terangnya.


Mutakhorijin Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Falah Ploso Kediri ini mengungkapkan perasaan yang berbeda saat mengisi ngaji kebangsaan di Trenggalek. Dirinya mengakui semangat anak muda hingga orang tua rela berduyun-duyun untuk mengaji yang bertepatan di Ponpes Al-Anwar Pogalan Trenggalek.


"Orang Trenggalek memang rasanya berbeda. Insya Allah (mengaji) akan memunculkan pemimpin dan ulama masa depan. Kalau sampai daerah tidak mau pengajian dan meninggalkan ulama, Allah akan menurunkan balak," paparnya.


Menurut Gus Iqdam, Allah akan menurunkan 3 balak jika di salah satu daerah sudah meninggalkan ulama. Pertama, Allah akan mencabut keberkahan usaha hambanya. Kedua, akan diturunkan pemimpin yang dzalim kepada masyarakat yang dipimpin.


"Yang paling ngeri, balak ketiga adalah orang akan meninggalkan dunia ini tanpa iman. Anak-anak menjadi shalih-shalihah kalau pelajar masuk ke IPNU-IPPNU," terangnya.


Dirinya menjelaskan, bagi pemuda jika tidak disibukkan dengan perkara yang baik, otomatis akan disibukkan dengan perkara yang batil. Seperti contoh di pondok, pasti akan disibukkan dengan berbagai kegiatan hafalan mengaji bagi yang tahfidz, hingga hafalan Alfiyah Ibnu Malik maupun kitab matan lainnya.


Berbeda dengan ketika di rumah, kalau pelajar di rumah tidak mendapatkan tambahan ilmu, pastilah kacau dan berbahaya. Lantaran, banyak godaan dari lingkungan, teman maupun permainan yang ada di gadget membawa petaka.


Matraman Terbaru