• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 26 September 2022

Matraman

Gus Salam Ibaratkan Peran Gus Im dengan Biji Padi

Gus Salam Ibaratkan Peran Gus Im dengan Biji Padi
Haul ke-1 Gus Im di Pesantren Denanyar, Jombang, Kamis (29/07/2021).
Haul ke-1 Gus Im di Pesantren Denanyar, Jombang, Kamis (29/07/2021).

Jombang, NU Online Jatim

Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) mengatakan banyak tokoh yang memiliki peran besar untuk kemajuan bangsa dan Nahdlatul Ulama (NU) namun tidak muncul ke permukaan. Satu di antaranya KH Hasyim Wahid (Gus Im), adik termuda KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

 

Hal itu disampaikan Gus Salam dalam Haul ke-1 almaghfirullah Gus Im yang digelar secara hybrid (offline dan online) di Pesantren Denanyar Jombang, Kamis (29/07/2021) malam. Tahlil dan doa untuk Gus Im itu disiarkan secara langsung melalui channel YouTube Pesantren Denanyar Channel dan TV9 Official serta NU Channel.

 

“Beliau memberikan pendidikan secara nonformal dan memberikan pemahaman bahkan memfasilitasi setiap kebutuhan kader ulama yang tidak diketahui oleh semua orang,” ungkap Gus Salam

 

Menurutnya, Gus Im mengimplementasikan dari sifat yang terkandung di dalam kitab Hikam, yang bunyinya: Pendamlah egomu, pendamlah keangkuhanmu dalam kesunyian. Maksudnya, lanjut dia, pengamal tasawuf adalah orang menjauhi popularitas, orang yang menjauhi popularitas, maka amal yang dilakukan adalah amal yang ikhlas.

 

“Beliau adalah orang yang menjauhi popularitas, tetapi perannya tidak bisa dikesampingkan,” tandas Gus Salam.

 

Ikhlas itu ibarat biji padi. Menurut Gus Salam, tanaman padi tumbuh dari biji yang dipendam secara sempurna.

 

“Biji padi yang hanya disebar di atas tanah, maka bijinya tidak tumbuh sempurna, bahkan ada yang dimakan burung. Sedangkan biji padi yang ditanam cukup dalam di bawah permukaan tanah, maka ia akan tumbuh dengan sempurna. Begitu pula dengan gambaran ikhlas,” papar Gus Salam.

 

Editor: Nur Faishal


Matraman Terbaru