• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 30 November 2022

Matraman

Jelang Idul Adha, NU Gondang Tulungagung Gelar Diklat Juleha

Jelang Idul Adha, NU Gondang Tulungagung Gelar Diklat Juleha
Diklat Juru Sembelih Halal (Juleha) oleh MWCNU Gondang, Tulungagung. (Foto: NOJ/ Madchan Jazuli)
Diklat Juru Sembelih Halal (Juleha) oleh MWCNU Gondang, Tulungagung. (Foto: NOJ/ Madchan Jazuli)

Tulungagung, NU Online Jatim
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gondang, Tulungagung menggelar Diklat Penyembelihan Hewan Kurban atau Juru Sembelih Halal (Juleha). Kegiatan dipusatkan di Aula Student Center MI Al Ishlah Ma’arif NU DesaTiudan, Kecamatan Gondang, Tulungagung, Rabu (06/07/2022).


Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tulungagung, KH Abdul Fatah Sufyan yang menjadi narasumber agenda itu menjelaskan, bahwa tidak sembarang sapi, kerbau, dan kambing atau domba yang bisa dikurbankan.


"Hewan yang akan dikurbankan harus sesuai dengan ketentuan yang sudah diatur dalam ilmu fiqih," ujarnya.


Menurutnya, Juleha hendaknya memiliki kompetensi teknis, yaitu mampu membedakan hewan halal dan melakukan penyembelihan sesuai syariat Islam. Selain itu, harus mengenali tanda-tanda kehidupan dan kematian pada hewan yang disembelih.


“Bahkan, proses penyembelihan harus memenuhi dua aspek. Yakni, aspek kehalalan dan aspek kesejahteraan ternak, sehingga menghasilkan daging yang halal dan baik,” tegasnya.


Dikatakan, bahwa dua aspek tersebut sejalan dengan persyaratan prinsip dasar penyembelihan, yakni penanganan ternak yang baik. Kemudian, hendaknya menggunakan pisau yang tajam, teknik penyembelihan yang tepat, pengeluaran darah yang tuntas, serta kematian yang sempurna.


“Hewan kurban tersebut dengan segala persyaratan yang ada dalam fiqih, kesimpulannya adalah hewan yang sehat dan gemuk. Itulah yang ideal,” paparnya.


Sementara perwakilan Dinas Peternakan Tulungagung, drh Ivan menambahkan, bahwa di tengah maraknya virus penyakit mulut dan kuku (PMK) hendaknya masyarakat tidak khawatir. Karena hewan ternak yang terpapar virus PMK aman untuk dikonsumsi. Karena pada dasarnya, virus PMK tidak menular ke manusia.


"Gejala yang diderita hewan yang terpapar virus PMK hanya ada di mulut dan kuku," urai drh Ivan.


Di sisi lain, Ketua MWCNU Gondang, H Moh Sofwan menuturkan, latar belakang dilaksanakannya pelatihan tersebut karena banyak tokoh langgar dan masjid yang belum sepenuhnya memahami cara menyembelih hewan kurban yang baik dan benar.


“Kami menggelar diklat cara penyembelihan hewan kurban dengan tujuan ingin mencetak tokoh NU yang mahir cara penyembelihan hewan besar secara halus dan tidak menyiksa hewan sembelihan,” ungkapnya.


Diketahui, total kepesertaan dalam kegiatan tersebut berjumlah 130 orang. Mereka merupakan perwakilan dari Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) dan juru sembelih di masjid dan mushala se-Kecamatan Gondang.


Matraman Terbaru