• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 26 September 2022

Matraman

Kader PMII di Madiun Diingatkan Tetap Jadi Laboratorium Unggul NU

Kader PMII di Madiun Diingatkan Tetap Jadi Laboratorium Unggul NU
Suasana RTK PMII STAINU Madiun. (Foto: NOJ/ Mirna Nur Asyiah).
Suasana RTK PMII STAINU Madiun. (Foto: NOJ/ Mirna Nur Asyiah).

Madiun, NU Online Jatim

Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ronggo Djumeno Sekolah Tinggi Agama Islam Madiun (STAINU) Madiun menggelar Rapat Tahunan Komisariat (RTK) II, Ahad (11/04/2021). Kegiatan ini dilaksanakan ki Kampus STAINU Madiun dengan mengusung tema “Meneguhkan Mindset Agamis dan Intelektual Guna Terciptanya Estafet  Regenerasi Struktural yang Kritis”.

 

Agenda tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus Komisariat STAINU Madiun, Ketua dan Pengurus seluruh komisariat PMII di Madiun, di antaranya Universitas PGRI Madiun (UNIPMA), Stikes Bhakti Husada Madiun, STAI Madiun, Ketua Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom) PMII STAINU Madiun, Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Madiun, dan Alumni PMII STAINU Madiun.

 

Dalam sambutannya, Ketua PC PMII Madiun, Trio Setya Fambudi berharap agar pemilihan ketua baru berlangsung dengan damai, demokratis dan dapat melahirkan pemimpin yang amanah serta bertanggung jawab dalam mengamalkan nilai-nilai PMII kedepannya.

 

“Dalam momentum yang sangat luar biasa bagi PMII STAINU Madiun, semoga dapat melahirkan tokoh-tokoh pemimpin aktual dalam mengamalkan nilai-nilai pergerakan serta tetap membangun sinergitas antar kader PMII,” katanya.

 

Ketua Demisoner PMII Komisariat STAINU Madiun, Fahrul Azis juga menekankan kepada kader PMII agar tetap patuh pada anjuran pemerintah dan taat pada protokol kesehatan dalam membangun gerakan di tengah Pandemi Covid-19.

 

“Walaupun saat ini kita sedang menghadapi pandemi Covid, regenerasi di tubuh organisasi harus tetap berjalan agar revitalisasi PMII tetap tumbuh dan perjuangan PMII tak boleh terdegradasi,” ungkap Fahrul Azis. 

 

Acara ini dibuka oleh dosen sekaligus Mabinkom PMII STAINU Madiun, Irsyad Kholis. Ia meminta Kader PMII untuk meningkatkan proses intelektual khususnya budaya literasi dan tetap menjaga koordinasi dengan para alumni, pesantren, tokoh-tokoh NU dan sahabat-sahabat PMII.

 

Menurutnya, PMII saat ini harus fokus untuk dinamisasi berpikir dan bergerak pada nilai-nilai organisasi. 

 

“PMII saat ini tak hanya berfokus pada nilai transformatif dan kritis, tapi juga produktif. PMII adalah laboratorium unggul yang dimiliki Nahdlatul Ulama. PMII sebagai agen berpikir ilmiah berasaskan Ahlusunnah wal Jamaah sekaligus wadah organisasi di tingkat perguruan tinggi,” ungkapnya saat sambutan.

 

“Berkhidmatlah di NU melalui jenjang organisasi struktural. Proses kaderisasi yang dapat dimulai dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nhadlatul Ulama (IPNU-IPPNU), kemudian di PMII, Fatayat dan Ansor. PMII itu akan selamanya hidup selama diri kita hidup, maka berkhidmatlah di NU juga melalui PMII yang hakiki. Sekali lagi, tidak ada perubahan tanpa adanya pergerakan,” lanjut Irsyad.

 

Sementara itu, Ketua Komisariat dan Korps PMII Putri (Kopri) STAINU Madiun terpilih, Nugraha Syahru Ramadhan dan Intan Kumalasari menegaskan visi-misinya untuk terus menggenjot kaderisasi yang militant. Hal itu sebagai langkah untuk tetap membangun generasi yang cerdas dan optimal.

 

 

“Kami berusaha agar dapat melaksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Harapan kami kedepan, PMII STAINU Madiun mampu menjadi parameter bagi komisariat-komisariat lainnya. Karena nyawa dari gerakan organisasi PMII itu ada ditangan generasi, dan untuk melahirkan generasi kita harus perkuat kaderisasi,” tegasnya.

 

Penulis: Alfrida Permatasari

Editor: Romza


Editor:

Matraman Terbaru