• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 4 Oktober 2022

Matraman

Kesenian Jaran Thek Turut Meriahkan Harlah NU di Ponorogo

Kesenian Jaran Thek Turut Meriahkan Harlah NU di Ponorogo
Penampilan Jaran Thek pada harlah ke-99 NU di Ponorogo. (Foto: NOJ/Arisel)
Penampilan Jaran Thek pada harlah ke-99 NU di Ponorogo. (Foto: NOJ/Arisel)

Ponorogo, NU Online Jatim
Dalam momentum hari lahir ke-99 Nahdlatul Ulama, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ponorogo mengadakan aneka kegiatan. Di antaranya kenduri malam resepsi yang digelar di kantor NU, Jalan Kiai Haji Ahmad Dahlan Nomor 60 Desa Bangunsari, Kota Ponorogo, Rabu (16/02/2022). 
 

Turut memeriahkan dalam acara ini yaitu penampilan jaranan Jawa asli ala Ponorogo yang disebut 'Jaran Thek' dengan nama beken 'Brandal Lokajaya'. 
 

"Brandal Lokajaya ini merupakan nama yang diambil dari nama kecil Raden Said Sunan Kalijaga dengan makna brandal dalam kebaikan," kata Muhibbuddin, Ketua Kesenian Jaran Thek Brandal Lokajaya Ponorogo.
 

Di bawah naungan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor kecamatan kota, seni jaranan ini menjadi media dakwah dan syiar NU melalui kebudayaan. Apalagi dalam pertunjukannya memadukan shalawat dan syair-syair Islam.
 

"Kita bersyukur bagaimana NU peduli akan kesenian dan kelestarian budaya asli Nusantara," kata Nursalam, pendiri kesenian Jaran Thek Brandal Lokajaya Ponorogo.
 

Lahir pada 25 Juli 2019, seni Jaran Thek ini terdiri dari sejumlah personil yaitu pemain pecut 4 orang, 6 pemain kuda kepang, pemain celeng srenggi 2 orang, 4 pembarong. Juga asisten pemain 4 orang, serta panjak atau pengrawit terdiri dari 10 orang. 
 

"Pertunjukan yang digelar saat Harlah NU ini mengingatkan bagaimana pemuda Ansor menghidupkan budaya,” katanya. 
 

Dirinya bangga karena para pegiat seni mampu menghidupkan budaya dengan terus melestarikan dengan melibatkan anak muda. Karena dalam kenyataannya banyak pemuda saat ini yang suka dengan budaya barat.
 

“Dengan demikian semoga budaya ini tetap lestari,” harap Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kota Ponorogo tersebut.

 

Penulis: Arisel


Matraman Terbaru