• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Matraman

Ketum Fatayat NU Tingkatkan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

Ketum Fatayat NU Tingkatkan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Fatayat NU, Anggia Erma Rini. (Foto: NOJ/rb)
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Fatayat NU, Anggia Erma Rini. (Foto: NOJ/rb)

Blitar, NU Online Jatim

Untuk meningkatkan kualitas pemberdayaan ekonomi masyarakat perempuan di bidang pertanian, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Fatayat NU menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada para petani dan penyuluh di Hall Kampung Coklat Kabupaten Blitar (Ahad, 30/05/2021). 

 

Anggia Erma Rini mengatakan dalam Bimtek ini kita juga memberikan informasi pertanian, pengetahuan teknologi untuk dapat meningkatkan kesejahteraan. Karena kita tahu sektor pertanian memberikan kontribusi yang baik dalam ekonomi, terutama masa pandemi saat ini. 

 

“Bukan bimbingan teknis saja yang kita berikan, namun dalam hal ini juga memberikan program bantuan Alsintan kepada para petani, bekerjasama dengan Dinas Pertanian,” kata Anggia yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini.

 

Selain itu, Anggia menyampaikan bahwa pembagian alsintan bukan hanya untuk wilayah Kabupaten Blitar, Tulungagung dan Kediri. ”Sedangkan di wilayah Kabupaten Blitar, kita sudah bicara dengan Bupati biar nanti pada saat penyerahan Bupati bisa hadir,” ujar Anggia.

 

Terkait permasalahan pupuk, ia mengatakan bahwa pupuk merupakan masalah Nasional. Bukan hanya Blitar, pihaknya sebagai Anggota DPR sudah teriak-teriak gak karuan, untuk meyuarakan keluhan petani. “Dan kami sudah membuat Panitia Kerja Khusus untuk permasalahan pupuk, kalau perlu kita buat Pansus,” tegas Anggia.

 

Pihaknya dari Komisi IV juga berharap pupu k yang dibutuhkan sudah tersedia, ”Jadi kritikan kami pengelolaannya jadi tatakelola, distribusinya yang harus di perbaiki. Presiden sendiri sudah nyentilkan, uang segitu banyak untuk pupuk kok tidak jelas hasilnya, produktivitasnya juga tidak kelihatan,” terang Anggia.

 

Dalam bimbingan teknis itu, Anggia berharap kepada para petani dapat meningkatkan mutualitas yang lebih tinggi.


Matraman Terbaru