• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 6 Oktober 2022

Matraman

Komitmen Ansor di Ponorogo Kawal Pengamanan Aset NU

Komitmen Ansor di Ponorogo Kawal Pengamanan Aset NU
Workshop Perwakafan yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (19/ 09). (Foto : NOJ/ Erwin Suganda).
Workshop Perwakafan yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (19/ 09). (Foto : NOJ/ Erwin Suganda).

Ponorogo, NU Online Jatim

Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Kabupaten Ponorogo mulai menunjukkan komitmennya untuk terlibat mengamankan aset NU. Hal itu terlihat saat dilaksanakan Workshop Perwakafan yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pulung yang didukung Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor Pulung, Sabtu (19/9)

 

Farid Zainul Musthofa, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Pulung mengatakan, kader Ansor siap mengawal agenda pendataan dan pengamanan aset tanah yang telah diwakafkan kepada keluarga besar NU. Supaya proses tersebut bisa berjalan dengan sukses, sehingga bisa segera dimanfaatkan untuk kegiatan sosial keagamaan masyarakat. "Ini semua dalam rangka pengamanan aset NU khususnya diwilayah kecamatan pulung," kata Farid.

 

Ia menambahkan, Ansor juga siap membantu dan mensukseskan program yang dijalankan oleh MWC NU Pulung. Salah satunya dengan memperkuat kordinasi kepada kepada para pihak.

 

"Menginventarisir tanah masjid atau mushola yang akan diwakafkan kepada NU. Membangun komunikasi lebih inten dengan Pemerintah Desa, Pengurus MWC NU, Pengurus Ranting NU terkait dengan perwakafan aset-aset yang dimiliki NU dan membuat tim ditiap masing ranting atau desa dan menggandeng stakeholder," ungkap Farid.

 

Menurutnya, aset yang dimiliki NU sangat banyak. Sehingga aset tersebut harus segera diamankan serta harus dipergunakan sebagai mana mestinya.

 

"Aset yangg awalnya belum jelas bisa diamankan melalui program ini. Serta mengamankan aset yang sudah ada agar tidak diakui oleh kelompok yang berseberangan dengan amaliyah Nahdliyin. Karena mayoritas warga Pulung adalah NU, jika aset yang ada tidak segera diamankan khawatirnya malah disalahgunakan,” ungkap Farid.

 

Editor : Romza


Editor:

Matraman Terbaru