• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 7 Desember 2022

Matraman

Mau Khatam Al-Qur’an? Shalat Tarawih di Masjid Jombang Ini Saja

Mau Khatam Al-Qur’an? Shalat Tarawih di Masjid Jombang Ini Saja
Suasana usai pelaksanaan shalat tarawih di Masjid Baitul Mukminin, Jombang. (Foto: NOJ/ Syaifullah)
Suasana usai pelaksanaan shalat tarawih di Masjid Baitul Mukminin, Jombang. (Foto: NOJ/ Syaifullah)

Jombang, NU Online Jatim

Seperti masjid dan mushala yang ada Tanah Air, Masjid Baitul Mukminin Kota Jombang juga menggelar shalat tarawih berjamaah. Hanya saja yang berbeda dari masjid ini, imam tidak membacakan sejumlah surat pendek setelah Al-Fatihah, tapi surat panjang dalam Al-Qur’an. Berkahnya, jamaah bisa sekaligus khataman.


“Tahun sebelumnya setelah Al-Fatihah, imam membaca sejumlah ayat dari juz awal sampai tiga puluh Al-Qur’an,” kata Takmir Masjid Baitul Mukminin, Muhammad Amin, Sabtu (09/04/2022) malam.


Disampaikan alumnus Pesantren Lirboyo, Kota Kediri ini, bahwa jamaah yang shalat tarawih di masjid yang bersebelahan dengan Alon-alon Kota Jombang tersebut dapat khatam Al-Qur’an 30 juz. Hal itu diberlakukan sejak lama dan menjadi pembeda dengan masjid lainnya.


“Kalau di masjid atau mushala lain berlomba mempercepat rakaat tarawih, tidak dengan masjid di sini,” ungkap Gus Amin, sapaannya.


Para jamaah yang hadir memang karena ingin menikmati shalat tarawih secara khidmat. Hal tersebut didukung keberadaan fasilitas masjid yang memang cukup bagus. Kualitas load speaker tidak membuat sakit telinga meskipun suara melingkupi seluruh ruangan. Demikian pula tersedia beberapa kipas angin berukuran lumayan besar dan pengharum ruangan.


Kekhusyukan jamaah semakin lengkap dengan disediakannya tiga imam shalat. Pertama adalah khusus untuk shalat isya, kemudian dua lainnya secara bergantian mengimami shalat tarawih dengan 23 rakaat.


“Takmir masjid memang memilih tidak semata mereka yang hafal Al-Qur’an 30 juz, juga huffadz dengan suara merdu,” terang pria kelahiran Sidoarjo tersebut.


Memanjakan Jamaah
Gus Amin menjelaskan bahwa Ramadhan tahun ini seperti dua tahun sebelumnya. Yakni imam tidak lagi menyelesaikan bacaan tarawih sampai satu juz, melainkan separuhnya. Hal itu karena pertimbangan bahwa kala pandemi tidak diperkenankan terlalu lama di masjid.


“Kala itu, atas berbagai pertimbangan akhirnya diputuskan bahwa bacaan imam saat tarawih tidak satu juz. Karena mendukung kebijakan pemerintah untuk membatasi kerumunan dan terlalu lama di masjid,” ungkapnya.


Namun demikian, Gus Amin menimpali bahwa jamaah setidaknya sudah memiliki bekal setengah juz kala menjadi makmum shalat tarawih. Sisanya yang setengah dapat dituntaskan saat di rumah.


“Jamaah kami berikan pengertian bahwa bukan berarti keinginan untuk mengkhatamkan Al-Qur’an tidak terpenuhi, melainkan bisa dilanjutkan saat di rumah,” kilahnya. Karena itu, program masjid tetap sama yakni khataman Al-Qur’an selama mengerjakan shalat tarawih, lanjut dia.


Ahmad Sucipto, jamaah dari Ngrandu, Perak, Jombang mengemukakan bahwa dirinya telah menunggu datangnya Ramadhan. Tidak hanya itu, yang juga sangat dinanti adalah bisa melaksanakan shalat tarawih di masjid ini.


“Bacaan imam sangat berbeda dibanding di sekitar rumah, terasa syahdu dan meresap hingga dalam dada,” terang pria yang membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari kediamannya menuju masjid tersebut.


Kendati hanya separuh juz yang dibaca imam, namun dirinya merasa puas. Hal tersebut karena sekaligus dapat mendengarkan bacaan Al-Qur’an yang benar, tartil dan tentu saja dengan sedikit penghayatan.


“Kebetulan tadi imam membacakan  cerita dalam Al-Qur’an yang menjelaskan kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Bilqis,” ungkap alumni salah satu pesantren di Probolinggo tersebut. Dengan demikian dirinya dapat merasa larut dalam bacaan, sekaligus mengingat suasana ngaji tafsir kala di pesantren.


Pak Cip, sapaan karibnya, sangat berharap dapat menuntaskan Ramadhan secara penuh di Masjid Baitul Mukminin. Ia juga mengajak keluarga dan teman untuk turut melaksanakan shalat tarawih di masjid yang menjadi ikon Kota Jombang tersebut.


“Memang tidak semua mau, karena ada yang mengeluhkan waktunya terlalu lama. Dibandingkan dengan di masjid sebelah rumah, tentu sangat terlihat perbedaan waktunya,” ujarnya.


Demikian juga ada yang sudah berangkat ke masjid, namun separuh bilangan rakaat tarawih akhirnya mundur. Yang bersangkutan lebih memilih menghabiskan waktu dengan menikmati suasana Alon-alon Jombang yang memang telah berbenah.


Fasilitas Masjid
Bagi yang berkenan melaksanakan ibadah Shalat Isya dan Tarawih di Masjid Baitul Mukminin ini, sangatlah mudah. Lokasinya ada di barat Alon-alon Kota Jombang dan tidak terlalu jauh dari Stasiun Jombang. Bagi yang naik bus juga demikian, tinggal mengatakan kepada kondektur akan turun di Stasiun Jombang.


Untuk mereka yang membawa kendaraan roda dua, juga ada parkir yang disediakan masjid maupun parkir umum dengan melibatkan warga. Pengendara roda empat juga tak perlu khawatir karena mobilnya dijamin aman kala dititipkan di sekitaran masjid.


Di area masjid juga fasilitasnya memadai. Dari mulai kran untuk wudhu dan kamar mandi yang membedakan antara kalangan bani Adam maupun Hawa. Dan di dalam masjid juga tersedia ruangan demikian luas dan sejuk, meski dengan sejumlah kipas angin berukuran besar.


Bahkan yang berkenan datang saat buka puasa juga disediakan takjil dan makan. Pihak masjid setiap harinya menyediakan setidaknya 300 porsi nasi kotak secara gratis untuk jamaah. Demikian juga jamaah bisa memanfaatkan halaman masjid untuk berswafoto baik saat matahari terbenam maupun kala pulang dari shalat tarawih. Penasaran ingin shalat tarawih sembari mengkhatamkan Al-Qur’an? Silakan datang ke masjid ini.


Matraman Terbaru