• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 26 September 2022

Matraman

NU dan Pemkab Ponorogo Kompak Peringati Hari Santri

NU dan Pemkab Ponorogo Kompak Peringati Hari Santri
Ilutrasi santri mengaji. (Foto: Beritasatu)
Ilutrasi santri mengaji. (Foto: Beritasatu)

Ponorogo, NU Online Jatim

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko melakukan pertemuan dengan sejumlah kiai dan pengurus NU di kantor PCNU Ponorogo pada Sabtu (02/09/2021). Pertemuan dilakukan dalam rangka menyamakan persepsi dan kekompakan dalam pelaksanaan kegiatan memperingati Hari Santri Nasional tahun 2021.

 

"Alhamdulillah, kita datang di NU ini untuk menyamakan persepsi. Saya sebagai santri ingin memahami apa yang kiai maksud. Karena apapun langkahnya, pemerintah tidak boleh jauh dan tidak boleh meleset dari dawuhnya kiai. Itu yang paling penting," kata Sugiri.

 

Mantan Wakil Ketua Lesbumi Jawa Timur itu mengungkapkan bahwa yang perlu dipahami adalah bahwa umara atau pemerintah posisinya di bawah ulama. Dalam agama apa pun derajatnya seperti itu.

 

"Mulai dari Hindu, ya, dibilang kasta brahmana dan ksatria. Kita ksatria harus manut sama brahmana. Itu kalau di Hindu. Kalau di Islam istilahnya ulama sama umara," ujar Sugiri.

 

Sementara santri, lanjut dia, dalam konotasi luas adalah orang yang belajar, orang yang Islam, atau orang yang memahami NU. Pemkab Ponorogo berkepentingan ikut berperan dengan peringatan Hari Santri karena sebetulnya semangat kesantrian di Bumi Reog sudah ada sejak dulu. Hal itu perlu dimunculkan dan dikuatkan kembali.

 

"Rakyat lebih tahu bahwa sedang ada perubahan kota. Dulu Ponorogo kota santri yang luar biasa, sehingga kita harus munculkan kembali. Bahwa santrinya tampak, santrinya kelihatan, Ponorogo kota santri tidak bisa dipisahkan dari akar budaya dan akar sejarah," jelas Sugiri.

 

Sementara itu, Kiai Haji Fatchul Azis, Ketua PCNU Ponorogo menjelaskan bahwa HSN adalah bentuk kepedulian negara terhadap santri karena peran dan perjuangannya begitu besar pada masa kemerdekaan. Maka negara memberikan apresiasi dengan ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri.


Matraman Terbaru