• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Matraman

Pawai Ta'aruf Kemenag Nganjuk Jadi Refleksi Perjuangan Rasulullah

Pawai Ta'aruf Kemenag Nganjuk Jadi Refleksi Perjuangan Rasulullah
Peserta Pawai Ta'aruf yang diadakan Kemenag Nganjuk, Sabtu 906/08/2022). (Foto: NOJ/ Hafid Yusuf)
Peserta Pawai Ta'aruf yang diadakan Kemenag Nganjuk, Sabtu 906/08/2022). (Foto: NOJ/ Hafid Yusuf)

Nganjuk, NU Online Jatim

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nganjuk menggelar pawai ta'aruf Sabtu (06/08/2022). Kegiatan ini guna memperingati Tahun Baru Islam 1444 Hijriyah dan menyambut hari kemerdekaan Indonesia ke-77.


Rute pawai yang diikuti oleh 17 ribu peserta ini dimulai dari Stadion Anjuk Ladang, Jl Anjuk Ladang sampai Alun-alun Nganjuk.


“Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta dan bangga dengan ajaran Islam sebagai rahmattan lil’alamin (rahmat bagi seluruh alam),” ujar Kepala Kemenag Nganjuk, Mohammad Afif Fauzi.


Dalam sambutannya, Afif menambahkan, kegiatan tersebut menjadi syiar dalam rangka bulan Muharram dan refleksi untuk terus berbuat baik. Mengingat dari sejarah perjuangan Rasulullah SAW pada masa itu akan memperjuangkan Islam.


“Kita patut mensyukurinya dengan upaya meningkatkan keimanan kita, rasa cinta (mahabbah) terhadap Islam sehingga dapat menerapkan syariat Islam sepenuhnya menuju Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” jelasnya.


“Harapannya dengan ini menjadi semangat baru untuk berkomitmen menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia,” sambung alumus Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri ini.


Sementara itu, Sekda Kabupaten Nganjuk, Moh Yasin mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, Tahun Baru Islam adalah momentum mengambil hikmah dan tauladan Rasulullah melalui berbagai kegiatan instansi dan masyarakat.


“Juga agar anak-anak tahu siapa yang berjuang memerdekaan bangsa Indonesia tanpa nama. Mereka perlu tahu hal itu,” ujar Yasin.


Disampaikan, tahun baru hijriyah 1444 menjadi momentum yang tepat untuk saling meningkatkan toleransi antar umat. Saling menghormati dan toleransi akan mewujudkan kedamaian sehingga dapat menghasilakn ketenteraman dalam berbagai aspek kehidupan. 


"Maka, mari seluruh elemen masyarakat di Nganjuk, saling meningkatkan toleransi, untuk menciptakan kedamaian," pungkasnya.


Pawai diikuti oleh siswa-siswi Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) dan Santri Pondok Pesantren se-Kabupaten Nganjuk.


Pantauan NU Online Jatim di lokasi, tampak para peserta pawai terlihat antusias dengan memakai pakaian dengan berbagai atribut unik. Ada yang membawa miniatur ka'bah, memakai pakaian ihram, menggunakan pakaian adat Jawa Timur, dan lainnya memeriahkan pawai ta’aruf.


Editor:

Matraman Terbaru