• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 22 April 2024

Matraman

Radikalisme Sasar Pelajar melalui Medsos, Ini Upaya Pencegahan Kejari Nganjuk

Radikalisme Sasar Pelajar melalui Medsos, Ini Upaya Pencegahan Kejari Nganjuk
Diskusi Panel Anti Radikalisme di Kalangan Pelajar yang diadakan Kejari Nganjuk, Kamis (28/07/2022). (Foto: NOJ/ Romza)
Diskusi Panel Anti Radikalisme di Kalangan Pelajar yang diadakan Kejari Nganjuk, Kamis (28/07/2022). (Foto: NOJ/ Romza)

Nganjuk, NU Online Jatim

Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk memiliki perhatian khusus terhadap upaya antisispasi penyebaran paham radikalisme dan intoleransi di kalangan pelajar. Salah satunya dengan melaksanakan Diskusi Panel bertema ‘“Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi di Kalangan Pelajar se – Kabupaten Nganjuk’, Kamis (28/07/2022).


Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu Sekolah Madrasah Aliyah Negeri 2 Nganjuk ini diikuti total pelajar sebanyak 216 siswa. Terdiri dari 25 siswa MA, sebanyak 22 siswa SMA, 40 siswa SMK, 72 siswa SMP dan 57 siswa MTS.


Kepala Kejari Nganjuk, Nophy Tennophero Suoth menyampaikan, dirinya kaget ketika mendapat informasi hasil survei yang mencatat bahwa sebanyak 37 persen para pelajar di Jawa Timur terpapar radikalisme melalui media sosial.  Selain itu disebabkan dari lingkungan sekitar,dan  kondisi ekonomi. Survei tersebut disampaikan Kepala Bidang Integrasi Bangsa Kesbangpol Jawa Timur pada bulan Juni 2022 lalu.


Menyikapi data tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk dan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Nganjuk beserta Kejari Nganjuk mengadakan diskusi terkait radikalisme di kalangan pelajar.


“Hari ini dapat menggelar acara ini dan bisa mendapatkan upaya bagaimana menanggulangi atau pencegahan para pelajar yang terpapar radikalisme dan intoleransi di Kabupaten Nganjuk. Akan tetapi yang menjadi perhatian kita semua adalah terkait radikalisme yang meningkat dapat menimbulkan perilaku yang membahayakan persatuan dan kesatuan kita,” kata Nophy.


Kegiatan ini juga dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Agama serta MKKS se–Kabupaten Nganjuk.


Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan Diskusi Panel, Dicky Andi Firmansyah mengatakan, adanya diskusi ini diharapkan para siswa dapat memahami sekaligus mengaplikasikan bagaimana mencegah radikalisme dan intoleransi yang akhir-akhir ini marak di kalangan masyarakat khususnya para pelajar.


“Dikarenakan para pelajar merupakan sasaran empuk untuk tumbuh dan berkembang paham radikalisme dan intoleransi, karena kelomok pelajar merupakan penggemar dan pemakai sosial media,” kata Dicky yang juga Kasi Intelijen Kejari Nganjuk itu.


Ia juga mengungkapkan bahwa media sosial merupakan salah satu sarana paling mudah untuk menyebarkan paham radikalisme. “Karena sosial media saat ini menjadi alat komunikasi penguasa dunia, yang artinya siapa yang menguasai sosial media akan menguasai dunia,” ungkapnya.


Kegiatan ini juga dihadiri Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Kapolres Nganjuk Boy Jeckson Situmorang, Dandim 0810 Nganjuk Letkol Infanteri Joko Purnomo, Ketua Pengadilan Negeri Nganjuk Chitta Cahyaningtyas, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk Mohammad Afif Fauzi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Sopingi, Kepala Cabang Dinas Provinsi Jawa Timur Wilayah Nganjuk Edi Sukarno, serta pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) se – Kabupaten Nganjuk.


Editor:

Matraman Terbaru