• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 20 April 2024

Matraman

Santri di Tulungagung Bangun Peradaban dengan Kemampuan Digital

Santri di Tulungagung Bangun Peradaban dengan Kemampuan Digital
Praktek pembuatan film. (Foto: NOJ/Madchan)
Praktek pembuatan film. (Foto: NOJ/Madchan)

Tulungagung, NU Online Jatim

Media Pondok Regional Tulungagung sukses menyelenggarakan kelas videografi, fotografi hingga editing video. Hal tersebut sebagai bentuk peran santri dalam membangun peradaban pondok pesantren melalui kemampuan digital.

 

Bertempat di Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi Wal ‘Amal (MIA) Boyolangu, Tulungagung ada sekitar 60 santri yang mengikuti. Pelatihan ketiga ini mengusung tema 'Optimalisasi Dakwan Digital Pesantren'. Selain materi, santri diharuskan praktek secara langsung dengan harapan peserta pulang dengan membawa hasil yang maksimal.

 

Salah satu perwakilan Pengasuh Ponpes Ma’hadul Ilmi Wal ‘Amal Boyolangu, Ustadz Abdul Kholik menjelaskan santri zaman sekarang sangatlah mungkin untuk berindustrialisasi. Yaitu dengan memanfaatkan alat-alat yang telah tersedia meskipun berada di pondok pesantren. 

 

"Dengan modal utama akhlakul karimah, diharapkan santri bersifat milenial dan memiliki kontribusi yang tinggi terutama untuk negara. Karena negara pun telah mengabadikan kontribusi para ulama dengan menetapkan hari santri nasional," ungkap Ustadz Abdul Kholik, Kamis (06/10/2022).

 

Menurutnya, potensi santri untuk mendobrak ketidakmungkinan bisa dilihat dari sorotan luas terhadap setiap kegiatan pengembangan media di pondok pesantren.

 

"Dengan tujuan ilmu para masyayikh tidak hanya dikonsumsi orang dalam, namun juga menyebar ke masyarakat awam," jelasnya.

 

Lain halnya, Sang sutradara Film Sarung dari Kabupaten Blitar juga menjadi salah satu narasumber, Grantika Pujianto memberi pesan kepada para peserta harus yakin, percaya diri, tidak ada kata gagal yang ada hanya sukses dan belajar. Karena santri memiliki potensi yang luar biasa tidak kalah dengan lainnya. Berusaha mencoba hal baru yang positif melalui media bisa menjadi cara bwrkhidmah di masa sekarang.

 

"Jangan pernah takut keluar dari zona nyaman dan yang terahir jangan pernah meninggalkan ridho orang tua," pungkasnya di malam penghujung pelatihan yang diisi dengan Bedah Film karya para santri-santri Tulungagung.

 

Penulis: Nihayatus Sholihah


Matraman Terbaru