• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 27 September 2022

Matraman

Stafsus Presiden Ajak Santri Pacitan Tingkatkan Kapasitas Literasi Digital

Stafsus Presiden Ajak Santri Pacitan Tingkatkan Kapasitas Literasi Digital
Staf Khusus (Stafsus) Presiden Republik Indonesia (Jokowi), Aminuddin Ma’ruf. (Foto: NOJ/ Anwar Sanusi)
Staf Khusus (Stafsus) Presiden Republik Indonesia (Jokowi), Aminuddin Ma’ruf. (Foto: NOJ/ Anwar Sanusi)

Pacitan, NU Online Jatim

Staf Khusus (Stafsus) Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Aminuddin Ma'ruf menyampaikan bahwa santri diharapkan mampu meningkatkan kapasitas literasi digital agar mampu menggali, mengevaluasi, menggunakan, dan membuat konten digital dengan cara yang lebih bermanfaat. Untuk mencapai hal itu, ia menjelaskan ada empat kompetensi yang harus dipelajari.


“Pertama adalah skil digital, budaya digital, etika digital, dan yang keempat adalah keamanan digital,” kata Ketua Umum (Ketum) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2014-2016 tersebut.


Penegasan tersebut disampaikan melalui aplikasi zoom meeting dalam acara seminar nasional yang diselenggarakan Arus Informasi Santri Nusantara (Aisnu), Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo), Siberkreasi, dan Pesantren Development, Kamis (19/05/2022).


Kegiatan bertajuk ‘Santri Makin Cakap Digital’ ini merupakan rangkaian Haul Ke-44 KH Bakri Hasbulloh di Pondok Pesantren Al Fattah Kikil, Arjosari, Kabupaten Pacitan.


Aminuddin menyampaikan pesan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bahwa santri harus mampu memberikan konten positif di media sosial yang menyejukkan dan membawa perdamaian.


“Santri memiliki peran sentral dalam hal ini, karena santri memiliki pengetahuan dan pemahaman keagamaan yang toleran dan moderat. Dengan modal tersebut santri harus hadir dalam ruang digital, media sosial, konten kreator dalam lingkup arus informasi digital,” imbuhnya.


Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Fattah KH Moch Burhanuddin HB, menyampaikan seiring dengan berjalannya waktu media dakwah berkembang mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan di bidang teknologi informasi. Era digital merupakan era dimana peran media sosial menjadi sangat penting, oleh karenanya santri dan pesantren harus mampu  berperan aktif dan menjadi aktor utama dakwah digital.


“Sudah saatnya santri dan pesantren berani mengisi laman dunia maya. Sehingga lalu lintas media digital akan dipenuhi dengan informasi dan ilmu ala pesantren ahlussunnah wal jama’ah yang ramah dan rahmatan lil ‘alamin,” kata Kiai Burhanuddin.


Tidak hanya itu, Kiai Burhan juga menyampaikan apresiasi  terhadap gerakan yang menginisiasi seluruh pesantren di indonesia untuk belajar bersama mengasah kemampuan digital untuk tujuan dakwah dan syiar nilai keislaman dan kepesantrenan. 


“Semoga kegiatan ini selalu menjadi kegiatan yang bermanfaat di dunia dan akhirat,” tandasnya.


Editor:

Matraman Terbaru