• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 22 April 2024

Matraman

UIN Satu Tulungagung Gelar Bedah Buku Karya Ismail Fajrie Alatas

UIN Satu Tulungagung Gelar Bedah Buku Karya Ismail Fajrie Alatas
Ismail Fajrie Alatas di UIN SATU Tulungagung. (Foto: NOJ/Madchan Jazuli)
Ismail Fajrie Alatas di UIN SATU Tulungagung. (Foto: NOJ/Madchan Jazuli)

Tulungagung, NU Online Jatim

Road Show Bedah Buku What Is Religious Authority: Menyemai Sunnah, Merangkai Jamaah oleh Ismail Fajrie Alatas berlangsung di UIN Sayyid Ali Rahmatullah (Satu) Tulungagung. Banyak hal yang diulas oleh alumnus Sejarah dan Antropologi di University of Michigan, Ann Arbor Singapura ini.


Ismail Fajrie Alatas mengkaji realitas di masyarakat, membangun otoritas seperti ini sangat ringkih dan jika tidak melakukan kerja maka, otoritas akan tumbang. Ia mencontohkan seperti pendakwah Aa Gym yang dulu memiki jamaah yang banyak. Namun gara-gara sesuatu hal, akhirnya saat ini para jemaah sudah bubar.


"Otoritas adalah sesuatu yang ringkih yang bisa kapan saja tumbang. Nah tugas yang mengatakan mana yang benar mana yang salah dan mana baik tidak itu merupakan kerja moralistik bukan menjadi normatif dan bukan analitik," ujarnya di Aula Gedung Rektorat Lantai 3 UIN SATU Tulungagung, Selasa (27/02/2024).


Pihaknya mencontohkan seperti buku yang ia tulis banyak yang menanyakan kok terlalu open minded. Ia menanyakan otoritas seperti apa, apakah melakukan ilmu seperti Prof Quraish Shihab. "Itu orotitas yang membangun jamaah, maka itu bukan urusan saya," terangnya.


Di dalam buku ini, Ismail Fajrie mengaku studi kasus hanya spesifik Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan. Akan tetapi menjadi pertanyaan besar, dan tidak masalah kalau bisa meninjau studi kasus yang sangat kecil.


Di situlah versinya kenapa peneliti, penulis atau akademisi harus membaca teori. Teori hanya untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan yang besar dan imajinasi juga harus besar.


"Kita tidak membuat pertanyaan-pertanyaan yang memang mempunyai prevalensi bukan hanya di Indonesia, tetapi untuk dunia Islam," jelas pria pengurus Lakpesdam PBNU ini.


Ia mencontohkan sedikit saja dalam buku karangannya ini. Pada dasarnya, ia menulis buku untuk menginspirasi teman-teman sekalian untuk melakukan studi-studi yang lebih lanjut perihal ini.


Ismail Fajrie juga mengharapkan studi-studi terbebaskan dari paradigma yang selama ini dianggap mapan. Ia juga mewanti-wanti kepada akademisi untuk menghindari rancangan yang telah ada dalam pikiran.


Sebagai informasi, Road Show Bedah Buku ini merupakan program dari Lakpesdam PBNU dengan menggandeng kampus-kampus PTKIN serta penerbit sebuah buku.


Matraman Terbaru