• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 23 April 2024

Matraman

Ansor Tulungagung Bedah Buku Strategi Banser Tangkal Radikalisme

Ansor Tulungagung Bedah Buku Strategi Banser Tangkal Radikalisme
Suasana bedah buku Strategi Banser dalam Menangkal Radikalisme Perspektif Intelijen oleh Lembaga Kajian dan Riset PC GP Ansor Tulungagung. (Foto: NOJ/ Madchan Jazuli)
Suasana bedah buku Strategi Banser dalam Menangkal Radikalisme Perspektif Intelijen oleh Lembaga Kajian dan Riset PC GP Ansor Tulungagung. (Foto: NOJ/ Madchan Jazuli)

Tulungagung, NU Online Jatim

Isu radikalisme masih menjadi perhatian Lembaga Kajian dan Riset (LKR) Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Tulungagung. Yakni dengan menggelar bedah buku 'Strategi Banser dalam Menangkal Radikalisme Perspektif Intelijen' yang dipusatkan di Aula PC GP Ansor Tulungagung, Jalan Sentot Prawirodirjo, Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung.

 

Ketua PC GP Ansor Tulungagung, Mukhamad Sukur mengatakan, bahwa diskusi dan bedah buku tersebut merupakan agenda memaksimalkan peran strategis Ansor-Banser Tulungagung. Di samping itu, juga sebagai komitmen untuk memperkuat fungsi dan peran dalam mempromosikan nilai-nilai moderasi beragama.

 

“Apalagi ini merupakan wujud strategi dakwah Aswaja untuk menangkal radikalisme, khususnya yang dilakukan Ansor dan Banser,” ujarnya kepada NU Online Jatim, Kamis (09/11/2023).

 

Sementara Ketua LKR PC GP Ansor Tulungagung, M Kholid Thohiri menerangkan, buku yang dibedah merupakan karya dari M Habibi Syafiuddin. Hal ini merupakan pelaksanaan program kerja PC GP Ansor Tulungagung.

 

Dirinya mengatakan, upaya menangkal radikalisme merupakan agenda yang belum selesai. "Karenanya pendekatan intelijen dalam mencegah radikalisme ini penting dilakukan oleh Banser tidak hanya pada level pusat, tetapi hingga cabang," ujarnya.

 

Selain itu, pendekatan intelijen memberikan gambaran yang utuh berkaitan dengan pola radikalisasi dengan motif dan faktor yang mengikutinya. Salah satunya mengapa masyarakat gampang terjebak dalam narasi radikalisme.

 

“Nantinya, relevansi hasil kajian ini akan dijadikan rekomendasi penguatan institusi Ansor dan Banser di Tulungagung,” terang pria yang juga Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI Diponegoro Tulungagung ini.

 

Di sisi lain, M Habibi Syafiuddin selaku penulis mengatakan, buku ini memotret strategi Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dalam menangkal radikalisme dalam konteks intelijen yang cukup penting. Pasalnya, dalam buku tersebut menguraikan faktor-faktor hingga potret yang melekat di dalam radikalisme.

 

"Potret radikalisme di Indonesia memiliki tiga bentuk, yaitu radikalisme puritan-wahabi, radikalisme jihadis-teroris, dan radikalisme politik," ujar M Habibi Syafiuddin.

 

Pria yang tengah merampungkan Magister Ilmu Ketahanan Nasional Universitas Indonesia ini menambahkan, pendekatan kajian dalam buku ini melalui perspektif kegiatan intelijen meliputi penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan Banser dalam konteks menangkal radikalisme.

 

"Oleh karenanya, strategi penguatan peran Banser dalam menangkal radikalisme yaitu identifikasi, sosialisasi, partisipasi, partnership," pungkasnya.


Matraman Terbaru