• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Maret 2024

Matraman

PMII-Ansor Tulungagung Bedah Buku Kiai Medsos dalam Ruang Digital

PMII-Ansor Tulungagung Bedah Buku Kiai Medsos dalam Ruang Digital
Suasana bedah buku 'Kiai Medsos'. (Foto: NOJ/Madchan Jazuli)
Suasana bedah buku 'Kiai Medsos'. (Foto: NOJ/Madchan Jazuli)

Tulungagung, NU Online Jatim

Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Tulungagung dan Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar bedah buku 'Kiai Medsos: Menakar Kontestasi Moderasi Beragama dalam Ruang Digital'.


Kegiatan ini dipusatkan di Aula GP Ansor di Jl. Sentot Prawirodirjo, Panggunngrejo, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, Ahad (10/12/2023).


Ketua Lembaga Kajian dan Riset (LKR) PC GP Ansor Tulungagung, M Kholid Thohiri mengatakan, buku yang dibedah merupakan karya dari Iqbal Hamdan Habibi, Magister Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Islam Negeri Surabaya (UINSA), sekaligus Wakil Ketua II PW IPNU Jatim serta pengurus PP IPNU.  


"Ini merupakan pelaksanaan program tahun 2023 yang ke-lima. Sebagai upaya mengarusutamakan moderasi beragama di ruang digital sangat strategis. Terlebih pola keberagamaan khususnya generasi millenial yang bersumber dari media sosial," ujarnya.​​​​​​​


Kholid mengaku, perlunya gerakan yang masif dalam memperkuat moderasi beragama yang berbasis pada nilai-nilai dan pandangan Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah yang dikemas secara kreatif dan menarik dalam konten-konten media sosial.


"Relevansi hasil kajian ini untuk dijadikan rekomendasi penguatan kinerja organisasi di bidang media informasi dalam memperkuat wacana moderasi beragama secara kolaboratif baik di lingkungan NU, lembaga dan badan otonomnya," terangnya.


Pria yang juga akademisi dan Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI Diponegoro Tulungagung ini juga menyatakan, elemen kolaboratif hingga pegiat media sosial yang menyuarakan gagasan moderasi beragama berbasis paham Aswaja sangat penting.


Sementara Ketua PC GP Ansor Tulungagung, Mukhamad Sukur menerangkan, agenda ini memaksimalkan peran strategis Ansor-Banser Tulungagung melalui lembaga di bawahnya perlu terus didorong.


"Ansor berkomitmen untuk memperkuat lagi fungsi dan peran dalam mempromosikan nilai-nilai moderasi beragama melalui media sosial, sebagai wujud strategi dakwah Aswaja untuk menangkal radikalisme," paparnya.


Menurut penulis buku ini, Iqbal Hamdan Habibi dalam kontestasi wacana Islam moderat yang dilakukan sejumlah kiai muda NU Jawa Timur vs kelompok Islam radikal di media sosial.


Menurutnya, peran kontribusi beberapa kiai muda NU Jawa Timur dalam mengawal isu moderasi beragama di media sosial sangat signifikan. Lantaran, kuatnya kelompok Islam radikal dalam aktivisme di media sosial, sedangkan di sisi lain gerakan mengarusutamakan wacana Islam Moderat di media sosial masih lemah. 


"Kontribusi lainnya yaitu model sirkulasi opini kiai medsos dalam proses deliberasi publik. Sekaligus kritik kiai medsos terhadap diskursus keagamaan kelompok Islam radikal di media sosial," pungkasnya.


Matraman Terbaru