• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 7 Juli 2022

Matraman

Viral di TikTok ‘Langit Bisakah Kau Turunkan Jodoh’ Syirik, Ini Tanggapan Lora Ismail

Viral di TikTok ‘Langit Bisakah Kau Turunkan Jodoh’ Syirik, Ini Tanggapan Lora Ismail
Lora Ismael al-Kholilie. Foto: Istimewa
Lora Ismael al-Kholilie. Foto: Istimewa

Ponorogo, NU Online Jatim

Akhir-akhir ini viral video di Tiktok dengan berbagai editing postingan tentang "langit bisakah kau turunkan jodoh, hujan, dan lainnya".

 

Viralnya postingan ini menuai reaksi dari sejumlah kalangan di media sosial dengan menilai bahwa kalimat tersebut syirik. Sebab, meminta hujan kepada selain Allah SWT.

 

Respons warganet tentang ‘langit bisakah kau turunkan hujan’ tersebut juga membuat Lora Ismael al-Kholilie salah satu keturunan Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan memberikan tanggapan. Hal itu dituangkan Lora Ismail melalui tulisannya di story Instagram miliknya @Ismaelalkholilie pada Senin (15/11/2021). 

 

"Saya tertawa membaca pernyataan itu, meski hati juga merasa miris karena mulai banyak orang yang minim ilmu akan tetapi sudah berani mensyirik-syirikan orang lain hanya karena masalah sepele dan sederhana," ungkapnya.

 

Lora Ismail juga memaparkan bahwa permintaan syirik ialah meminta kepada suatu benda atau apa pun dengan keyakinan bahwa benda tersebut dapat memberikan apa yang diminta tanpa kuasa Allah.

 

Sedangkan kalimat langit bisakah kau menurunkan hujan, jodoh, dan lainnya untukku dalam bahasa arab akan masuk pada masalah nida (memanggil)/ khitabul jamadat yaitu berbicara atau meminta sesuatu pada benda mati.

 

Menurutnya, orang yang ahli syair paham bahwa hal tersebut adalah hal yang lumrah dalam dunia persyairan. “Dan seawam-awamnya saudara seiman tahu bahwa yang menurunkan hujan adalah Allah bukan langit, langit hanya ibarat perantara, wadah atau sebab turunnya,” ujarnya.

 

"Selama ini tidak ada ulama yang mempermasalahkan bahkan mensyirikkan, karena beliau (ulama) paham bahwa nida (memanggil) belum tentu bermakna doa. Bahkan meminta kepada benda mati dengan fiil amar pun belum pasti mempunyai makna doa,” jelas lanjutnya.

 

 

Di akhir tulisan, Lora Ismail menulis yang dikutip dari Imam Syaukhani. "Ketahuilah sesungguhnya menghukumi seorang muslim bahwa ia keluar dari agama Islam dan masuk dalam kesyirikan sudah seharusnya tidak dilakukan oleh orang yang beriman kepada Allah dan hari kiamat. Kecuali dengan bukti yang lebih terang dari matahari di siang hari."


Editor:

Matraman Terbaru