• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 13 Agustus 2022

Pemerintahan

Pastikan Aman Pangan di Bangkalan, Mamin Diawasi hingga ke Pelosok

Pastikan Aman Pangan di Bangkalan, Mamin Diawasi hingga ke Pelosok
Ilustrasi penjual makanan dan minuman. (Foto: bangkalankab.go.id)
Ilustrasi penjual makanan dan minuman. (Foto: bangkalankab.go.id)

Bangkalan, NU Online Jatim

Pengawasan makanan dan minuman (mamin) perlu dimasifkan hingga ke tingkat paling bawah. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) akan membuat pengawasan rutin ke setiap desa dengan program Desa Aman Pangan.

 

Kasi Farmasi Makanan dan Minuman Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Ita Kanti Rahayu menyampaikan, kegiatan pengawasan tersebut akan menyasar ke setiap lini desa untuk menyadarkan masyarakat dalam memilih dan memilah makanan yang sesuai standar BPOM.

 

"Pada dasarnya ini bukan program asli Pemerintah Kabupaten, melainkan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya. Kami hanya mendampingi. Nantinya desa yang mendapatkan pengawasan akan menjadi binaan," ujarnya dikutip dari situs resmi Pemkab Bangkalan pada Ahad (14/11/2021).

 

Ita menuturkan, tahun ini Bangkalan hanya menyasar di satu desa yakni, Desa Martajasah. Acuannya, mobilitas warga dan penjualan beraneka mamin di desa itu cukup padat. "Kalau tahun ini berhasil, insyaallah tahun depan akan dikembangkan,” ujarnya.

 

Ita menambahkan, risiko mamin dengan bahan yang berbahaya masih tinggi di Bangkalan. Selain dekat dengan kota Surabaya, kesadaran konsumen untuk memilih makanan masih rendah. Sehingga harus lebih hati-hati dalam memilih mamin.

 

Jika hal tersebut dibiarkan akan berdampak buruk terhadap masyarakat. Meski dampak secara langsung tidak ada, kedepan akan muncul penyakit. Hanya saja kadang masyarakat tidak sadar dengan akibat racun makanan yang tertumpuk.

 

“Kami harap program ini nanti bisa sesuai rencana, sehingga tahun depan bisa dikembangkan,” tandasnya. (yus/igo)


Pemerintahan Terbaru