• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 5 Februari 2023

Metropolis

Achmad Wahyudi, Aktivis NU di Sidoarjo ‘Sedekah’ Darah selama 5 Tahun

Achmad Wahyudi, Aktivis NU di Sidoarjo ‘Sedekah’ Darah selama 5 Tahun
Achmad Wahyudi menunjukkan sertifikat sebagai pendonor darah tetap. (Foto: NOJ/ Maschan Yusuf)
Achmad Wahyudi menunjukkan sertifikat sebagai pendonor darah tetap. (Foto: NOJ/ Maschan Yusuf)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Achmad Wahyudi atau karib disapa Wahyudi adalah seorang aktivis Nahdlatul Ulama asal Krembung Kabupaten Sidoarjo yang gemar donor darah. Ia rutin donor darah setiap 3 bulan sekali sejak 5 tahun lalu.

 

"Alhamdulillah saat ini saya sudah mengantongi sertifikat pendonor tetap. Itu setelah secara total terhitung 25 kali melakukan donor darah dalam kurun waktu 5 tahun terakhir," ujar Wahyudi kepada NU Online Jatim, Rabu (03/11).

 

Wahyudi yang pernah menjadi Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Krembung periode 2017-2019 ini menceritakan bahwa sebelumnya dirinya pernah trauma hingga fobia (rasa takut yang berlebihan) terhadap darah. Hal ini yang menjadi salah satu spiritnya memberanikan diri untuk donor darah.

 

"Saya ini suka warna merah, akan tetapi takut dengan yang namanya darah. Kemudian hal ini yang menjadi salah satu semangat saya menjadi pendonor darah untuk menghilangkan rasa fobia tersebut," ungkapnya.

 

Wahyudi yang sekarang menjadi Kepala Bagian (Kabag) Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) itu menjelaskan bahwa secara medis, donor darah dapat membantu peremajaan darah serta menjaga kesehatan jantung di dalam tubuh.

 

"Jadi darah yang diambil dari dalam tubuh kita akan ada masa untuk mereproduksi ulang secara otomatis," jelas Wahyudi.

 

Lebih lanjut, aktivis NU ini mengatakan, donor darah merupakan salah satu bentuk infak dan shodaqoh jariyah dengan bertaruh nyawa. Selain berniat untuk beribadah, donor darah juga salah satu bentuk kepedulian untuk menolong sesama manusia ketika membutuhkan.

 

Menurutnya, selain shodaqoh berupa harta, tenaga maupun fikiran, setetes darah ini terkadang menjadi suatu hal yang sangat dibutuhkan pada waktu tertentu untuk menyelamatkan nyawa seseorang.

 

"Hebatnya, donor darah itu kita tidak pernah tahu siapa yang kita tolong dengan setetes darah yang telah kita berikan," tandasnya.

 

Wahyudi pun membagikan tips hidup sehat agar dapat menjaga kandungan sel darah yaitu dengan memperbanyak minum air putih, istirahat yang cukup dan makan makanan yang berserat serta berprotein tinggi.

 

"Setelah donor darah, saya merasa nyaman, sehingga tubuh menjadi lebih ringan sesuai kebutuhan. Justru sebaliknya, ketika saya menunda untuk melakukan donor darah, terasa tidak nyaman," paparnya.

 

Diketahui, Wahyudi sejak kecil sudah kenyang pengalaman sebagai aktivis di Nahdlatul Ulama di berbagai level. Di antaranya, Ketua PAC Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Buduran hingga Sekretaris PC IPNU Sidoarjo.

  

Kemudian berlanjut sebagai Ketua PAC GP Ansor Krembung Sidoarjo periode 2017-2019 serta menjadi Kabag PMB Unusida sampai saat ini.


Editor:

Metropolis Terbaru