• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 27 Mei 2022

Metropolis

Avif Fawaid, Pelajar NU Sidoarjo yang Mahir Aransemen Musik

Avif Fawaid, Pelajar NU Sidoarjo yang Mahir Aransemen Musik
Avif Vawaid, pelajar NU Sidoarjo yang mahir mengaransemen musik (Foto: NOJ/Maschan Yusuf).
Avif Vawaid, pelajar NU Sidoarjo yang mahir mengaransemen musik (Foto: NOJ/Maschan Yusuf).

Sidoarjo, NU Online Jatim

Avif Fawaid, seorang kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) asal Desa Wedi Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo memiliki kemampuan khusus di bidang musik. Ia mahir mengaransemen musik bergenre kontemporer (musik baru masa kini).

 

Avif sapaan akrabnya, merupakan mahasiswa alumni jurusan seni musik murni Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tahun 2021. Ia mengaku sudah sering mengaransemen berbagai musik dalam genre (gaya) berbentuk etnis tradisional yaitu pedesaan.

 

Menurutnya, seorang arranger merupakan seorang yang berusaha menyampaikan makna secara utuh yang terdapat dalam sebuah lagu dengan menggunakan bahasa dan budaya setempat agar dapat mudah dipahami dan diterima dengan baik oleh masyarakat.

 

"Semangat saya selama ini adalah untuk menyampaikan pesan di dalam musik yang jarang dipahami oleh orang yang bermusik, dengan genre tradisional yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan, akan tetapi tidak merubah makna aslinya," ungkapnya.

 

Ia menjelaskan, dalam mengaransemen sebuah musik ibarat seperti menyusun sebuah skripsi, hendaknya harus mempunyai banyak referensi, latar belakang serta tujuan yang jelas.

 

"Dalam dunia aransemen, tidak hanya tentang skill, akan tetapi yang paling sulit itu ialah memuaskan diri sendiri atas sebuah seni ataupun karya, itu tidak akan pernah terjadi," ujar avif kepada NU Online Jatim, Selasa (16/11/2021).

 

Pemuda kelahiran tahun 1997 ini menceritakan bahwa dirinya awalnya hanyalah seorang anggota musik patrol di desanya. Namun hobinya yang selalu mendengarkan lagu dalam berbagai bentuk genre membuatnya tertarik untuk aransemen sebuah musik.

 

"Saya terinspirasi dari band kulkul dari pulau dewata Bali yang sering menciptakan dan mengaransemen musik genre etnik," tandasnya.

 

Menurut Avif, musik merupakan sebuah wahana untuk meluapkan dan menyampaikan suatu perasaan atau kata hati yang memiliki makna atau ciri khas tersendiri dalam penyampaian. Sebab, para pendengar dapat multitafsir dalam memaknai musik, sesuai dengan fikiran dan situasi yang sedang dialami.

 

"Musik itu layaknya matematika yang bisa didengarkan, karena terdapat hitungan, mulai dari ketukan, nada, hingga frekuensi yang menjadi dasar terciptanya musik," paparnya.

 

Selain mengubah genre musik, Avif pun mahir dalam menciptakan sebuah lagu. Teranyar, Avif yang sehari-hari sebagai Wakil Ketua 5 Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sidoarjo bidang seni budaya dan olahraga ini menciptakan sebuah lagu berjudul Outro:22.10 yang ia dedikasikan sebagai penutup rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2021 lalu.

 

"Outro yang memiliki makna penutup sebuah kegiatan, sedangkan angka 22.10 yang menjadi peringatan hari santri setiap tanggal 22 Oktober, bulan ke 10," terangnya.

 

Ia mengungkapkan, tujuannya menciptakan lagu tersebut adalah sebuah bucket atau kado sederhana sebagai sarana mengingat dan mempelajari peristiwa sejarah di bumi pertiwi terhadap dedikasi KH Hasyim Asy'ari. "Lagu tersebut saya ambil dari teks perjuangan resolusi jihad para ulama," tambahnya.

 

Saat ini, seniman musik yang merupakan anak kedua dari 3 bersaudara tersebut menyebutkan bahwa dirinya pernah meraih juara lomba musik akustik di tingkat Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2014 dan 2018 silam.

 

 

Seniman musik asal Sidoarjo tersebut telah banyak mengisi undangan opening dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Banom NU.

 

"Saya sangat senang, melalui musik saya dapat berkhidmah di Nahdlatul Ulama," pungkasnya.


Editor:

Metropolis Terbaru