• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 7 Desember 2022

Metropolis

Begini Kesaksian Para Kiai Terhadap Sosok Gus Zaki Hadziq

Begini Kesaksian Para Kiai Terhadap Sosok Gus Zaki Hadziq
Keluraga besar Gus Zaki saat mengikuti peringatan 100 hari di Tebuireng, Jombang. Kamis (08/ 10/ 2020). (Foto : NOJ/ Risma Savhira D. L).
Keluraga besar Gus Zaki saat mengikuti peringatan 100 hari di Tebuireng, Jombang. Kamis (08/ 10/ 2020). (Foto : NOJ/ Risma Savhira D. L).

Surabaya, NU Online Jatim

Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Jawa Timur untuk mengingat kembali jasa-jasa almarhum KH Zaki Hadziq. Salah satu cara yang dilakukan Pengurus RMI Jawa Timur yakni melaksanakan kegiatan peringatan 100 hari almarhum Gus Zaki dan 40 hari almarhum KH Hadziq Mahbub secara offline dan virtual, Kamis (08/ 10/ 2020).

 

Adapun secara offline dilaksanakan di ndalem Gus Zaki yang hanya dihadiri segenap keluarga Tebuireng. Sedangkan sejumlah pengurus PWNU Jawa Timur juga turut hadir secara virtual dalam acara ini. Diantarany Prof. Dr. Abd. A’la, M. Ag, KH Anwar Iskandar, dan KH Agoes Ali Masyhuri sebagai penceramah dalam acara tersebut.

 

“Atas nama keluarga kami mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya untuk hadirin yang sudah meluangkan waktu menghadiri undangan keluarga Allah Yarham Gus Zaki,” ujar Gus Fahmi Amrullah yang tak lain adik kandung Gus Zaki.

 

Gus Fahmi saat sambutan mewakili keluarga besar juga menyampaikan bahwa pada tahun 2020 ini merupakan tahun yang berat bagi beliau dan keluarga. Sebab, keluarga Tebuireng khususnya Bani Chodidjah harus melepas kepergian sosok sang ayah dan anak yaitu KH Hadziq Mahbub dan Gus Zaki dalam kurun waktu yang singkat.

 

Sementara itu, sambutan atas nama pengurus RMI Jawa Timur disampaikan Prof. Dr. Abd. A’la, M. Ag. Beliau sangat merasa kehilangan atas kepergian Gus Zaki yang merupakan Ketua RMI Jawa Timur.

 

“Saya atas nama pengurus RMI Jawa Timur, masyarakat Jawa Timur, bahkan masyarakat Indonesia sangat kehilangan atas kepergian Gus Zaki. Beliau merupakan penerus dari kitab-kitab Mbah Hasyim Asy’ari juga memiliki sanad yang tersambung kepada Rasulullah melalui Mbah Hasyim Asy’ari,” ungkap Prof. Dr. Abd. A’la, M. Ag.

 

Ia kemudian mengenang pribadi Gus Zaki yang supel, tawadu’, dan muchlis. Gus Zaki juga merupakan sosok yang sangat welcome terhadap kaum milenial. Terbukti dalam kontribusinya Gus Zaki mampu menggandeng kaum milenial untuk aktif berkontribusi di media-media online yang isinya penuh dengan nilai-nilai santri dan kepesantrenan.

 

Menurutnya, sikap-sikap Gus Zaki tersebut adalah sebuah warisan yang harus terus dijaga dan diterapkan.

 

 

Sambutan yang terakhir sekaligus ceramah disampaikan KH Agoes Ali Masyhuri selaku Rois Syuriyah PWNU Jawa Timur.

 

Password malam ini adalah umur manusia bukan miliknya, umur yang digunakan hidup bersama Allah itulah umur manusia yang sebenarnya,” tutur KH Agoes Ali Masyhuri yang mengartikan bahwa jika sebagian waktu kita hilang secara percuma, maka hilanglah sebagian umur manusia.

 

Gus Ali  juga mengingatkan perjuangan Gus Zaki yang tetap melaksanakan kewajiban ngaji dan silaturrahim dalam kondisi sakit sekalipun. Menurut beliau, ini adalah bukti bahwa orang yang hidup untuk orang lain akan hidup menjadi orang besar, mati pun menjadi orang besar.

 

Acara tahlil dan doa bersama ini diakhiri dengan doa oleh KH Muhammad Yahya Badrus.

 

Penulis : Risma Savhira D. L

Editor : Romza


Editor:

Metropolis Terbaru