• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Metropolis

Begini Upaya BEM Teknik Unusida Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Pesisir Sidoarjo

Begini Upaya BEM Teknik Unusida Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Pesisir Sidoarjo
Pelatihan Pengolahan hasil laut krupuk ikan payus oleh BEM FT Unusida dan Masyarakat Kampung Nelayan, Kedungpandan, Jabon, Sidoarjo (Foto: NOJ/ Maschan)
Pelatihan Pengolahan hasil laut krupuk ikan payus oleh BEM FT Unusida dan Masyarakat Kampung Nelayan, Kedungpandan, Jabon, Sidoarjo (Foto: NOJ/ Maschan)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) menggelar Pelatihan Pengolahan Hasil Laut menjadi produk olahan makanan. Produk tersebut adalah olahan krupuk ikan payus yang menjadi komoditas paling banyak.


Kegiatan tersebut dipusatkan di Balai Dusun Pandan Sari, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, Kamis (29/09/2022).


Pelatihan tersebut juga bekerja sama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo yang juga mengawal sebagai penyuluh serta menyediakan narasumber bagi masyarakat setempat.


Masyarakat dilatih untuk mengolah hasil tangkapan yang berupa ikan payus menjadi produk krupuk. Mulai dari cara memilih ikan yang segar, memberikan resep, memotong dan memilah bagian ikan yang dapat dijadikan krupuk hingga tahap memasak yang perlu diperhatikan dengan baik.


Hj Layyinatul Af'idah, narasumber dalam kegiatan tersebut menyampaikan, perlu kesabaran dan ketelitian dalam memulai sebuah usaha. Ia menceritakan pengalaman sebagai wirausaha krupuk yang ditekuni sejak tahun 2003 silam. Hingga menjadi pengusaha krupuk ikan yang sukses saat ini.


“Pasang surut sebuah usaha pasti akan dialami. Oleh karena pentingnya menjaga niat dan ikhtiar pantang menyerah yang harus dipupuk sejak dini agar usaha yang dirintis dapat konsisten dan berkembang,” terangnya.


Owner Krupuk Qonja Madu tersebut menegaskan, untuk selalu berinovasi dalam mengembangkan suatu usaha. Sebab, selain peluang usaha yang terbuka lebar, tantangan usaha juga perlu diperhitungkan dengan sebaik-baiknya.


“Pengusaha dapat dikatakan sukses ketika dapat memanajemen dengan baik pemasukan dan pengeluaran. Serta dapat jeli memanfaatkan segala bentuk peluang yang ada,” tandasnya.


Pelatihan tersebut merupakan serangkaian Program Penguatan Kapasitas (PPK) Ormawa Mahasiswa Fakultas Teknik Unusida sejak 3 bulan yang lalu. Sebelumnya, tim PPK BEM Fakultas Teknik Unusida telah melakukan instalasi alat Reverse Osmosis (RO) yang ditempatkan di musholla dusun setempat. Nantinya, alat tersebut digunakan sebagai penyuplai air bersih bagi masyarakat di Kampung Nelayan.


Ketua Tim PPK BEM Fakultas Teknik Unusida, Bagus Irwanto menjelaskan, program unggulannya adalah penerapan alat RO untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga sekitar. Melalui teknologi filterisasi dengan menggunakan membran (selaput tipis) dapat menjadikan air menjadi bersih.


“Menurut hasil penelitihan, kadar air bersih di kampung nelayan masih dapat dikatakan masih kotor dan asin karena sumber yang dekat dengan laut. Sehingga dibutuhkan pengolahan air agar dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan mencuci baju,” jelasnya.


Bagus menjelaskan, kebutuhan air bersih di daerah pesisir laut juga dapat dimanfaatkan sebagai penunjang usaha olahan hasil laut menjadi berbagai produk, di antaranya krupuk ikan.


Menurutnya, daerah pesisir identik dengan tempat wisata yang ramai dikunjungi wisatawan. Oleh karena itu, perlu kesadaran bagi masyarakat setempat untuk dapat memanfaatkan kondisi alam tersebut menjadi peluang usaha yang menguntungkan.


Oleh karena itu, ia dan tim bertekad untuk membantu mengajarkan istri kelompok nelayan setempat untuk dapat kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan sumber daya alam di sekitar. Dengan begitu, tingkat ekonomi keluarga nelayan dapat terangkat dengan baik.


“Istri nelayan dapat memanfaatkan hasil tangkapan ikan menjadi olahan krupuk sehingga menjadi identitas sebagai oleh-oleh khas Wisata Bahari Tlocor,” katanya.


Ia dan tim berharap, melalui pelatihan tersebut dapat menginspirasi masyarakat di daerah pesisir untuk lebih produktif. Masyarakat juga dapat mengolah berbagai komoditi hasil laut seperti ikan bandeng, manyung, rebon, udang serta kepiting menjadi bebagai olahan yang memiliki nilai jual yang tinggi.


Editor:

Metropolis Terbaru