• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Metropolis

Cerita dan Harapan Ning Fiky tentang Dunia Fashion di Lingkungan Santri

Cerita dan Harapan Ning Fiky tentang Dunia Fashion di Lingkungan Santri
Ning Fiky Aisyah dalam acara Ihwal Jam’iyah TV9, Selasa (02/08/2022). (Foto: NOJ/ Risma Savhira)
Ning Fiky Aisyah dalam acara Ihwal Jam’iyah TV9, Selasa (02/08/2022). (Foto: NOJ/ Risma Savhira)

Surabaya, NU Online Jatim

Makna fashion itu sebenarnya tidak negatif. Fashion merupakan cara berbusana, di mana fashion ini juga tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Dengan adanya Nahdlatul Ulama (NU) yang memasuki ranah fashion justru ini merupakan suatu hal luar biasa. 


Hal itu disampaikan oleh Fashion Designer NU, Ning Fiky Aisyah dalam acara Ihwal Jam’iyah TV9, Selasa (02/08/2022). 


“Ini adalah sesuatu hal yang sangat bagus sekali ketika NU sudah memasuk ranah fashion. Karena dengan adanya hal tersebut, para muslimah ini akan mendapatkan edukasi tentang bagaimana cara berbusana muslim yang baik, bagaimana berbusana muslim yang sesuai dengan kaidah agama maupun budaya di Indonesia, tetapi tetap dengan menutup dengan aurat,” katanya.


Ia juga bercerita suka dan duka yang dihadapi menjadi fashion designer. Sebab diawali pro dan kontra dengan keluarganya. Tetapi karena tekad dan kegigihan yang kuat, ia berhasil melakukannya. Hal itu dilakukan karena ia merasa dunia fashion juga bisa digunakan untuk berdakwah dan syi’ar.


“Semua karena keyakinan dan tekad saya, bahwa saya yakin nantinya saya dapat memberikan edukasi kepada orang-orang di luar sana terutama bagi santri-santri. Tidak hanya itu, saya juga mempunyai tanggung jawab dalam fashion dan juga dalam lingkup pesantren. Karena walaupun saya mempunyai latar belakang yang dianggap keluar dari zona nyamannya, tapi seiring waktu keluarga mulai bisa menerima. Dan ini bisa menjadi contoh bahwa santri pun masih bisa berkarya, ibu rumah tangga juga bisa berkarya dan yang didalam pondok pun kita juga bisa berkarya di luar,” jelasnya.


Ia berharap, ke depannya jangan sampai fashion dianggap tabu oleh muslimah di Indonesia. Menurutnya, ketika NU hadir dalam dunia fashion, nantinya akan memberikan kemudahan untuk bisa bersyi’ar pada kalangan santri.


“Di sini saya memang ingin menyampaikan bagaimana menjadi Muslimah di Indonesia melalui fashion ini. Oleh karena itu, melalui fashion ini, kita harus yakini bahwa kita juga tetap bisa melakukan syi’ar dalam agama. Kita juga mempunyai tugas bagaimana anak muda sekarang bisa tertarik pada fashion, baik yang itu memang sudah memakai busana muslimah atau yang belum. Jadi kita mempunyai tugas bagaimana anak muda ini mau memakai busana muslimah tetapi tetap sesuai dengan norma-normanya,” ungkapnya.


Editor:

Metropolis Terbaru