• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Metropolis

Gerakan Taliban di Afghanistan, Ini Awal Mulanya

Gerakan Taliban di Afghanistan, Ini Awal Mulanya
Ilustrasi Taliban. (Foto: NU Online).
Ilustrasi Taliban. (Foto: NU Online).

Surabaya, NU Online Jatim

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menjelaskan awal mula gerakan Taliban di Afghanistan. Ia menuturkan bahwa kelompok tersebut bermula dari para pelajar dan mahasiswa yang bermarkas di berbagai masjid atau mushala.

 

Kemudian anak-anak pelajar ini lantas membangun kekuatan dengan semangat jihad untuk melawan penjajahan Uni Soviet di tanah airnya. Dari situlah, Taliban akhirnya berjuang demi kemerdekaan negerinya dengan mendapat dukungan langsung dari Amerika.

 

“Ringkas cerita mereka menang dan Uni Soviet meninggalkan Afghanistan. Taliban dan Mujahidin berhasil. Tapi sayangnya, belum selesai mereka membangun kekuatan persatuan, sudah bicara ideologi negara. Sehingga yang terjadi perang saudara tidak berkesudahan. Negara Islam pun belum betul-betul nyata terealisasi,” jelas Kiai Said, dilansir NU Online diakses Jum’at (27/08/2021).

 

Hal lain yang disayangkan Kiai Said dari Taliban adalah karena melakukan kerja sama dengan Al-Qaeda, bahkan ISIS. Perjuangan Taliban yang semula merupakan semangat nasionalisme karena ingin mengusir Uni Soviet, justru malah terseret pada kelompok terorisme.

 

Artinya, kata Kiai Said, pemahaman hubungan antara agama dan negara di Afghanistan belum tuntas. Dengan kata lain, bahasan soal antara agama dan negara di Afghanistan masih menjadi pertentangan yang belum selesai hingga hari ini. 

 

“Nah sekarang mereka (Taliban) berhasil memenangkan peperangan. Presidennya dan beberapa pembesar negara kabur. Itu artinya sampai sekarang belum selesai pemahaman antara hubungan agama dan negara di sana,” katanya. 

 

Kiai Said lantas membandingkan dengan masyarakat Indonesia, termasuk warga NU, yang sudah selesai dalam memahami agama, negara, dan hubungan antara keduanya. Hal inilah yang membuat Indonesia menjadi negara yang tidak sampai terjadi perang saudara karena perbedaan ideologi antarkelompok.  

 

 

Tak ayal, nilai-nilai inklusif yang diajarkan NU dalam berjuang mempertahankan NKRI itu mengilhami ulama Afghanistan untuk mendirikan organisasi dengan nama yang sama, yakni Nahdlatul Ulama Afghanistan.


Metropolis Terbaru