• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 29 September 2022

Metropolis

Gus Barra: Takzir di Pesantren Bersifat Mendidik

Gus Barra: Takzir di Pesantren Bersifat Mendidik
Muhammad Al Barra sebut takzir di pesantren bersifat Mendidik. (Foto: NOJ/ ISt)
Muhammad Al Barra sebut takzir di pesantren bersifat Mendidik. (Foto: NOJ/ ISt)

Surabaya, NU Online Jatim
Takzir bagi kalangan non pesantren sering disalah artikan sebagai laku kekerasan. Namun, menurut Muhammad Al Barra, takzir merupakan sebentuk sanksi yang sifatnya mendidik bagi santri yang melanggar aturan pesantren, baik berbentuk fisik atau non fisik.


“Takzir itu dalam pesantren bagian dari bentuk hukuman, akan tetapi tidak selamanya hukuman yang dipraktikkan berupa fisik,” ujar putra KH Asep Saifuddin Chalim, pengasuh Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto, saat kajian live Instagram NU Online Jatim, Rabu (21/09/2022).


Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Mojokerto itu mengatakan, takzir di pondok pesantren tidak dilakukan semena-mena ketika terjadi pelanggaran di pesantren. Akan tetapi sebagai pengingat dan pengajaran atas kesalahan yang dilakukan. 


“Jadi, ada batasan-batasannya, dimana takzir itu menjadi pengingat bagi yang melanggar untuk menyadari atas kesalahan yang diperbuat,” ujar Gus Barra.


Terkait kekerasan yang beberapa pekan terjadi di pesantren, pihaknya mengajak Nahdliyin agar seimbang dalam menyikapi peristiwa yang terjadi, serta tidak lantas menjudge pesantren sebagai tempat perundungan banyak dilakukan.


Sebab hal demikian, lanjut Gus Barra, merupakan segelintir peristiwa dari sekian banyak prestasi positif yang ditorehkan kalangan pesantren. Apalagi jumlah santri dan pesantren di Indonesia cukup banyak yang telah memberikan kemanfaatan bagi bangsa.


“Kita harus apple to apple membandingkannya hal itu. Kasus seperti itu di pondok pesantren dibandingkan dengan jumlah santri yang di Indonesia hanya sekian nol persen,” kata pria yang diamanahi Wakil Bupati Mojokerto periode 2021-2024 ini.


Metropolis Terbaru