• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 4 Desember 2022

Metropolis

Gusdurian Mojokerto Ziarah Makam Riyanto dan Temu Penggerak se-Jatim

Gusdurian Mojokerto Ziarah Makam Riyanto dan Temu Penggerak se-Jatim
Gusdurian Mojokerto saat ziarah ke makam Riyanto di TPU Prajurit Kulon, Mojokerto. (Foto: NOJ/ Yulia NH)
Gusdurian Mojokerto saat ziarah ke makam Riyanto di TPU Prajurit Kulon, Mojokerto. (Foto: NOJ/ Yulia NH)

Mojokerto, NU Online Jatim

Gusdurian Mojokerto bersama Gusdurian Jawa Timur (Jatim) ziarah ke makam Riyanto, di TPU Prajurit Kulon, Mojokerto, Kamis (23/12/2021). Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan temu penggerak Gusdurian se-Jatim yang dipusatkan di Mahavihara Trowulan, Mojokerto.
 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Presidium Gusdurian Jawa Timur Yuska Harimurti, serta Koordinator Gusdurian kabupaten/kota se-Jawa Timur.
 

Koordinator Gusdurian Mojokerto, Imam Maliki menuturkan, bahwa sejumlah agenda dilakukan pihaknya dalam memperingati haul KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang ke-12 dan haul ke-21 Riyanto.
 

“Hari ini kami mendatangi dan berdoa untuk almarhum Riyanto di TPU Prajurit Kulon, Mojokerto. Setelah ziarah, kami lanjutkan dengan temu penggerak Gusdurian se-Jatim,” katanya.
 

Perjuangan Riyanto

Riyanto merupakan salah satu anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang meninggal dunia karena menyelamatkan banyak nyawa ketika malam Misa Natal tanggal 24 Desember 2000 silam.
 

Peristiwa tragis itu terjadi di depan Gedung Sidang Jemaat Pantekosta di Indonesia (GSJPDI) Eben Haezer, Mojokerto. Riyanto terkena serpihan bom karena terlambat membuang bom yang dikemas dalam kantong plastik.
 

Pada saat kejadian, Riyanto baru berusia 25 tahun, tetapi keberaniannya patut diacungi jempol. Ia rela berkorban untuk orang-orang banyak, meski berbeda agama.
 

Riyanto telah menunjukkan diri sebagai umat beragama yang kaya nilai kemanusiaan. Semoga dia mendapatkan imbalan sesuai pengorbanannya," ungkapnya. 
 


Kala itu, Riyanto bersama empat sahabatnya mendapatkan tugas menjaga Gereja Eben Haezar, Mojokerto. Riyanto bukanlah anggota polisi atau tentara, tapi ia hanyalah anggota Banser Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Kota Mojokerto.


Metropolis Terbaru