• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 2 Oktober 2022

Metropolis

Inilah Motivasi Kader Fatayat NU di Sidoarjo Ikuti Pelatihan Daiyah

Inilah Motivasi Kader Fatayat NU di Sidoarjo Ikuti Pelatihan Daiyah
Alvi Afifah (kanan) kader Fatayat NU Tarik, Sidoarjo ikut Pelatihan Daiyah dengan beragam motivasi. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)
Alvi Afifah (kanan) kader Fatayat NU Tarik, Sidoarjo ikut Pelatihan Daiyah dengan beragam motivasi. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim
Alvi Afifah kader Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Tarik, Sidoarjo mengikuti pelatihan daiyah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Sidoarjo, Ahad (14/08/2022) pagi. Kegiatan tersebut dipusatkan di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sidoarjo.


“Saya mengikuti pelatihan daiyah karena ingin menjadi tauladan demi terwujudnya masyarakat yang tentram dan damai,” katanya saat dihubungi NU Online Jatim, Senin (15/08/2022).


Menurutnya, menjadi daiyah saat ini penting untuk memperluas syiar Islam Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja). Sehingga bisa menuntun masyarakat dalam mewujudkan kebahagiaan serta kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat yang diridhai oleh Allah.


“Tentu kita tahu bagaimana tantangan menjadi seorang dai di zaman Rasulullah. Dan hal itu akan dialami juga para dai-daiyah saat ini. Hanya saja, menjadi dai saat ini ada tantangan  berbeda yang akan dihadapi, yakni globalisasi dengan hadirnya media sosial yang beragam mulai dari fecobook, instagram, tik tok, dan lain-lain,” ucapnya.


Oleh karena itu, dirinya mengaku harus mempersiapkan diri dengan bekal dengan pengetahuan teknologi informasi yang mumpuni. Sehingga diharapkan nantinya dapat berdakwah melalui media sosial dangan baik dan dapat diterima oleh semua kalangan masyarakat


“Yang juga saya ambil dari materi pelatihan daiyah adalah menjadi daiyah yang cerdas. Yaitu daiyah yang bisa menyesuaikan antara materi dan pendengar serta lokasi dan situasi. Karena di zaman digital ini kita dapat membuat konten di media sosial yang berisi ajakan kebaikan,” terangnya.


Alvi Afifah menilai, pelatihan daiyah tersebut sangat bagus untuk peningkatan kapasitas kader Fatayat  NU Sidoarjo. Karena dari pelatihan dapat mencetak pendakwah yang memiliki kredibilitas yang baik.


“Sehingga proses dakwah yang akan disampaikan dapat terlaksana secara efektif,” tandasnya.


Metropolis Terbaru