• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Juli 2022

Metropolis

Inilah Sebab Dilaknatnya Qari Al-Qur'an menurut Kiai Marzuki

Inilah Sebab Dilaknatnya Qari Al-Qur'an menurut Kiai Marzuki
KH Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jawa Timur. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)
KH Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jawa Timur. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)

Surabaya, NU Online Jatim
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar mengingatkan agar qari Al-Qur’an berhati-hati agar tidak termasuk orang yang dilaknat sebab teledor dalam membaca Al-Qur’an.


Penekanan tersebut disampaikan Kiai Marzuki saat Peringatan Nuzulul Qur'an dan Pelantikan Pimpinan Wilayah (PW) Jam'iyyatul Qurra' wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQHNU) Jatim yang dipusatkan di Aula KH Bisri Syansuri Gedung PWNU Jatim, Sabtu (16/04/2022).


Menurut Kiai Marzuki, ada beberapa sebab laknat turun kepada pembaca Al-Qur'an. Di antaranya karena makhraj, sifat dan hukum-hukum hurufnya tidak seperti yang diajarkan Rasulullah SAW.


"Belajarlah membaca Al-Quran, jangan sembrono. Karena jika sembrono ya dosa, sebab kesalahan bacaan dapat mengubah makna. Makanya, ilmu tajwid, tahsin, itu penting agar kita dan murid-murid kita bisa membaca Al-Qur'an sebagaimana yang diwahyukan," jelasnya.


Pengasuh Pondok Pesantren Sabilur Rosyad Gasek, Malang ini menambahkan, sebab dilaknatnya qari Al-Qur’an yang lain ialah hati yang buruk, seperti iri, dengki dan jelek hati. Sehingga hal itu menimbulkan permusuhan di antara sesama ahlul Qur'an, bahkan sampai melukai fisik dengan cara-cara ghaib.


"Misal, ikut musabaqah lawannya disantet, atau missal yang sana punya pondok tahfidz, yang sini saling memusuhi. Tidak usah begitu, ada santri ya diajar, tidak ada ya sudah. Ikut Gus Dur saja, gitu aja kon repot. Sebaiknya niatnya ditata, jangan sesama ahlul Qur'an malah bermusuhan," tegasnya.


Sebab lainnya adalah niat kurang baik dari pembaca Al-Qur'an. Misalnya terlintas dalam hati, bahwa keahliannya dianggap sebagai mata pencaharian untuk mencari kebutuhan duniawi, sehingga ia pun tidak ikhlas karena Allah.


"Membaca Al-Qur'an tapi niatnya tidak benar, dibuat mencari uang. Ini tidak benar. Sebab, saat ini ada kelompok sengaja menjual, membisniskan dan mengkomersilkan Al-Qu'ran, ini dilaknat Allah," imbuh Kiai Marzuki.


Dan penyebab terakhir yang diterangkan Kiai Marzuki adalah ketidaksesuaian seorang pembaca Al-Qur'an dengan nilai kandungan Al-Qur'an. Apa yang dilakukan, ideologi dan cara bertauhidnya bertentangan dengan pemahaman yang diajarkan Rasulullah SAW.


"Ada dalam Hadits Riwayat Ibnu Majah, bahwa barang siapa membaca Al-Qur'an dan dia tidak konsekuen mengatakan yang dihalalkan Al-Qur'an halal, yang diharamkan Al-Qur'an haram, itu seperti orang Yahudi yang mencampakkan Al-Qu'ran dari belakang," tandasnya.


Metropolis Terbaru