• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 29 November 2022

Metropolis

JQHNU Jatim Agendakan Peringati Nuzulul Qur'an Tahunan di Kantor PWNU

JQHNU Jatim Agendakan Peringati Nuzulul Qur'an Tahunan di Kantor PWNU
KH Ahmad Ahid Sufiaji, Ketua PW JQHNU Jawa Timur. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)
KH Ahmad Ahid Sufiaji, Ketua PW JQHNU Jawa Timur. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)

Surabaya, NU Online Jatim
Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Jam'iyyatul Qurra' wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQHNU) Jawa Timur, KH Ahmad Ahid Sufiaji mengatakan, pihaknya mengagendakan peringatan Nuzulul Qur'an agenda tahunan yang diadakan setiap tanggal 15 Ramadhan. Agenda yang diisi Khatmil Qur'an dan Lailatul Qira'ah tersebut hendaknya terpusat di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim.


Penegasan tersebut ia sampaikan usai pelantikan PW JQHNU Jatim pada Sabtu (16/04/2022). Pelantikan yang dipusatkan di Aula KH Bisri Syansuri Gedung PWNU Jatim itu dihadiri sejumlah masyayikh, termasuk Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar. Turut hadir pula sejumlah qari' dan hafidz qur'an dari berbagai daerah.


Kiai Ahid menuturkan, PW JQHNU Jatim sengaja meletakkan acara pelantikan ini bersama peringatan Nuzulul Qur'an karena momentum tersebut sebagai penegasan dari gerakan JQHNU sebagai badan otonom (Banom) NU yang berkhidmat di Al-Qu'ran.


"Maka, saya sering mengajak teman-teman untuk berkhidmat dengan ikhlas di JQHNU. Insyaallah, akan ada banyak jalan. Kita juga ambil momentum ini karena kami ingin ini menjadi agenda tahunan Peringatan Nuzulul Qur'an di Kantor PWNU setiap tanggal 15 Ramadhan," jelasnya.


Dirinya menambahkan, khidmat di JQHNU merupakan jalan yang pas bagi spesialis hafalan Al-Qu'ran seperti dirinya. Karena selain mengharap keberkahan Al-Qu'ran, juga mengharap keberkahan NU dan ulama-ulama NU.


"NU didirikan Kiai M Hasyim Asy'ari, dan JQHNU didirikan Kiai Wahid putranya Kiai Hasyim. Kita ingin diakui santrinya beliau, karena beliau pernah mengatakan yang mau ngurusi NU dianggap santri beliau dan didoakan husnul khotimah," katanya.


"Mungkin, banyak organisasi Al-Qur'an lain, tapi JQHNU ini tidak kaleng-kaleng. Kalau mau membimbing tahfidz atau tilawah, JQH siap bimbing sungguhan. Untuk itu, kami berharap kepada kiai untuk memberi wejangan agar kami berbuat lebih baik lagi," imbuhnya.


Guna merealisasikan program dan totalitas Khidmah yang telah dicanangkan, pihaknya dalam waktu dekat berencana menggelar ngaji organisasi demi terwujudnya managemen organisasi yang sehat dan baik.


"Karena JQHNU ini banyak dihuni orang-orang yang baca Al-Qur'an bagus-bagus, tapi dalam mengelola organisasi perlu banyak belajar dan diingatkan," tandasnya.


Metropolis Terbaru