• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 3 Oktober 2022

Metropolis

Kader MDS Rijalul Ansor Diingatkan Jaga Aset dan Amaliyah NU

Kader MDS Rijalul Ansor Diingatkan Jaga Aset dan Amaliyah NU
Ketua PCNU Sidoarjo KH Zainal Abidin. (Foto: NOJ/ Yuli Riyanto)
Ketua PCNU Sidoarjo KH Zainal Abidin. (Foto: NOJ/ Yuli Riyanto)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sidoarjo KH Zainal Abidin mengatakan tujuan berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) adalah untuk menyangga keberlangsungan NKRI. Buktinya, ketika NKRI dalam keadaan terancam, NU-lah organisasi yang berada di barisan terdepan dalam membela.


“Karena ini, maka kader Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor wajib menjaga aset dan amaliyah-amaliyah NU,” ujarnya saat memaparkan materi Ke-NU-an dan Kebangsaan dalam Pelatihan Kader Dasar (PKD) & Dirosah Ula I. Kegiatan yang digelar Pimpinan Cabang (PC) MDS Rijalul Ansor Sidoarjo ini dipusatkan di Pesantren An Nafi’iyah Tulangan, Sabtu (26/03/2022).


Ia menyebutkan, bahwa dalam catatan perjalanan sejarah Indonesia mulai dari sebelum kemerdekaan, kemerdekaan, pasca merdeka, hingga reformasi dan pasca reformasi, NU selalu berada di garda terdepan menjaga NKRI.


“Sampai saat ini, ketika negara dalam keadaan genting, organisasi yang pertama maju membela NKRI adalah NU, dan itu tidak pernah bergeser. Karena NU tidak punya kepentingan memanfaatkan posisinya,” papar Kiai Zainal.

 

Lebih lanjut, Kiai Zainal menegaskan, Nahdlatul Ulama (NU) semakin hari mendekati usia satu abad semakin dicintai. Menurutnya, semakin banyak orang yang kemudian tertarik kepada NU.

 

“Negara-negara di luar negeri yang semula benci terhadap NU, akhirnya mereka angkat topi dan memberikan penghormatan kepada NU. Karena mereka belum menemukan sebuah organisasi yang gerakan militansi dan kemanfaatannya seperti NU,” tegasnya.


Dirinya pun mengajak kader muda NU yang bergerak di Rijalul Ansor agar berani berkorban untuk NU. Ia mengatakan, bahwa tujuan didirikannya NU yang berikutnya adalah untuk menjaga keberlangsungan paham Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja).


“Kader NU harus dan berkewajiban untuk mempertahankan asset-aset NU, yakni aset fisik yang berupa masjid dan mushala, madrasah, dan lain sebagainya. Makam-makam NU itu juga harus dijaga. Yang menjaga siapa? Ya anak-anak muda NU seperti Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Rijalul Ansor, dan lainnya,” ungkapnya.


Kiai Zainal pun menyampaikan sejumlah cara dalam menjaganya. Di antaranya dengan mengawal terus kegiatannya dan jangan sampai dimasuki oleh paham radikal. Bahkan, diupayakan setiap masjid dan mushala NU harus ada labelisasi NU.


“Kedua, aset amaliyah seperti Yasin, Tahlil, Manaqib, dan lainnya harus dijaga. Pengurus Rijalul Ansor harus aktif ikut Yasinan,Tahlilan, Diba’an dan tradisi lainnya itu,” ujarnya.


Ia berharap, ke depan akan muncul kader-kader yang militan dari kelompok muda NU dan memiliki kapasitas keagamaan yang cukup. Salah satunya dari kader Rijalul Ansor, sebab ia disiapkan untuk menjadi pemikir-pemikir agama di NU, khususnya di masa mendatang.


“Pengkaderan yang dimiliki oleh GP Ansor ini menjadi penting karena tingkat ideologisasi maupun tingkat militansi mereka memang harus mulai diproses melalui pengkaderan seperti ini dan harus disupport oleh PCNU Sidoarjo,” tandasnya.


Metropolis Terbaru