• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 29 November 2022

Metropolis

Kesaksian Kiai Ma’ruf Khozin atas Sosok KH Syafrudin Syarif

Kesaksian Kiai Ma’ruf Khozin atas Sosok KH Syafrudin Syarif
KH Syafruddin Syarif (duduk di bawah Lambang MUI), saat memimpin sidang Komisi Fatwa MUI Jatim. (Foto: FB @Ma'ruf Khozin)
KH Syafruddin Syarif (duduk di bawah Lambang MUI), saat memimpin sidang Komisi Fatwa MUI Jatim. (Foto: FB @Ma'ruf Khozin)

Surabaya, NU Online Jatim
Wafatnya Katib Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim KH Syafrudin Syarif menyisakan duka mendalam bagi Nahdliyin di Jawa Timur. Sejumlah kesaksian semasa hidup tentang almarhum disampaikan banyak kalangan. Termasuk pula yang disampaikan KH Ma’ruf Khozin, Ketua Aswaja NU Center Jatim.


Kiai Ma’ruf Khozin menceritakan, bahwa ia mengenal KH Syafrudin Syarif sejak tahun 2008 silam sewaktu almarhum menjadi Wakil Katib PWNU Jatim. Sementara dirinya kala itu menjadi anggota Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Jatim.


“Seolah menjadi akrab karena beliau memakai bahasa Madura, saya pun mengira beliau ini dari Madura,” tulisnya dalam unggahan facebooknya, Ahad (08/05/2022).


Diceritakan, bahwa Kiai Syafrudin yang merupakan alumni Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo, Kediri sudah bergabung di LBM PWNU Jatim sejak masa KH Mahrus Ali Lirboyo pada tahun 1980-an.


“Beliau (Kiai Syafrudin) bercerita bahwa di masa itu diberi tugas untuk mengetik semua keputusan Bahtsul Masail dan menjadi buku. Sebagai hadiah dari PWNU Jatim, beliau diajak naik haji,” tuturnya.


Ia mengatakan, hubungan dirinya dengan Kiai Syafrudin cukup dekat. Terutama komunikasi terkait agenda rapat persiapan bahtsul masail. Soal akomodasi dan transportasi para kiai dari berbagai daerah selalu menjadi perhatiannya kala itu.


Sebelum pelaksanaan bahtsul masail, Kiai Syafrudin selalu mengingatkan kepada Kiai Ma'ruf Khozin: "Sudah diberi sama bendahara?". Saya jawab: "Alhamdulillah, sampun, kiai".


Menurutnya, hubungan komunikasi dan perjumpaan semakin intens ketika aktif di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim. Sebab, dirinya dengan Kiai Syafrudin sama-sama ada di Komisi Fatwa.


“Beliau memang di jajaran Ketua yang bertanggung jawab dan membina Komisi Fatwa. Setiap hasil rapat fatwa selalu menunggu pertimbangan beliau,” tegasnya Kiai Ma’ruf Khozin.


Kiai Ma’ruf Khozin pun mengaku, dirinya terakhir kali bertemu Kiai Syafrudin saat MUI Jatim menerima tamu dari Tim Vaksin Merah Putih Unair, Surabaya. “Saat itu Kiai Syafrudin terlihat diam. Saya hampiri dan menyapa beliau,” kenangnya.


“Untuk itu, dedikasi perjuangan beliau di NU, MUI dan untuk umat akan kami teladani, dan semoga menjadi amal jariyah bagi KH Syafrudin Syarif. Amin,” pungkasnya.


Sebagai informasi, Kiai Syafrudin menjabat sebagai Katib PWNU Jatim sejak KH Miftahul Akhyar menjadi Rais PWNU Jatim hingga KH Anwar Mansur Lirboyo saat ini.


Diketahui, almarhum Kiai Syafrudin menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Graha Amerta dr Soetomo, Surabaya, Ahad (08/05/2022) sekira pukul 12.58 WIB. Almarhum akan dimakamkan di sekitar rumah duka, di Jalan Mastrip nomor 5, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo.


Editor:

Metropolis Terbaru