• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 27 Mei 2022

Metropolis

Ketua Majelis Tahkim: Sejukkan Muktamar Ke-34 NU dengan Musyawarah

Ketua Majelis Tahkim: Sejukkan Muktamar Ke-34 NU dengan Musyawarah
Panitia Muktamar Ke-34 NU saat bertemu Ketua Majelis Tahkim Muktamar ke-34 NU KH Ma’ruf Amin. (Foto: NOJ/ Istimewa)
Panitia Muktamar Ke-34 NU saat bertemu Ketua Majelis Tahkim Muktamar ke-34 NU KH Ma’ruf Amin. (Foto: NOJ/ Istimewa)

Surabaya, NU Online Jatim

Panitia Muktamar Ke-34 NU menemui Ketua Majelis Tahkim (Dewan Etik) Muktamar ke-34 NU KH Ma’ruf Amin di kediaman resmi Wakil Presiden, Jalan Diponegoro, Jakarta, Jumat (12/11). Pertemuan tersebut diikuti Ketua Steering Committee (SC) M Nuh, Sekretaris SC H Asrorun Niam Sholeh, Ketua Organizing Committee (OC) KH M Imam Aziz, dan Sekretaris OC dr Syahrizal Syarif.

 

Dalam kesempatan itu, Kiai Ma’ruf menekankan agar Muktamar dilaksanakan dengan mengedepankan musyawarah. Hal ini tidak lain agar Muktamar berjalan dengan sejuk.

 

“Semua proses persidangan dan pemilihan nanti harus mengedepankan musyawarah. Kedepankan dulu musyawarah sehingga suasananya sejuk,” katanya.

 

Kiai Ma’ruf juga menekankan agar semua pihak menaati aturan-aturan yang sudah pernah dilakukan pada Muktamar-muktamar sebelumnya. Seperti pemilihan Rais Aam agar tetap dilakukan dengan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa).

 

Sedangkan pemilihan Ketua Umum, sesuai aturan, dilakukan dengan pemungutan suara oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU).

 

“Utamakan musyawarah untuk mencapai mufakat. Kalau tidak bisa, baru lakukan pemungutan suara,” tambahnya.

 

Majelis Tahkim merupakan dewan etik yang terdiri dari para ulama sepuh untuk menjaga pelaksanaan Muktamar agar menjunjung tinggi aturan-aturan dan akhlakul karimah.

 

Sementara Kiai Imam Aziz menyampaikan, bahwa Kiai Ma'ruf sebagai Ketua Majelis Tahkim dalam waktu dekat akan mengundang seluruh anggota Majelis. Hal itu guna memusyawarahkan kode etik bagi semuanya dalam pelaksanaan muktamar nanti.

 

Kiai Imam Aziz menambahkan, bahwa Kiai Ma'ruf akan bersedia menunggui Muktamar di Lampung secara fisik, sejak pembukaan pada Kamis (23/12) sampai penutupan pada Sabtu (25/12).

 

“Hal itu dalam rangka memantau, menunggui, dan menjaga pelaksanaan Muktamar ke-34 NU,” terangnya.

 

Adapun anggota Majelis Tahkim Muktamar ke-34 NU ini terdiri dari 10 ulama sepuh. Meliputi Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri, Mustasyar PBNU sekaligus Rais PWNU Jawa Timur KH Anwar Mansur, Mustasyar PBNU sekaligus Rais PWNU Nusa Tenggara Barat TGH Turmudzi Badaruddin, dan Mustasyar PBNU KH Dimyati Rois.

 

 

Ada pula, Mustasyar PBNU Habib Lutfi bin Yahya, Mustasyar PBNU Abuya Muhtadi Dimyathi, Mustasyar PBNU Prof KH Khotibul Umam, Rais Syuriyah PBNU KH Nurul Huda Jazuli, Rais Syuriyah PBNU KH Ali Akbar Marbun, serta Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan KH Zubair Muntashor.


Metropolis Terbaru