• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 18 Mei 2022

Parlemen

Anggota DPRD Jatim: Resolusi Jihad Cikal Bakal Hari Pahlawan

Anggota DPRD Jatim: Resolusi Jihad Cikal Bakal Hari Pahlawan
Anggota DPRD Jawa Timur Samsul Arifin. (Foto: NOJ/A Toriq A)
Anggota DPRD Jawa Timur Samsul Arifin. (Foto: NOJ/A Toriq A)

Surabaya, NU Online Jatim

Bangsa Indonesia kembali merayakan momentum yang tak terlupakan dalam memperebutkan kemerdekaan dari tangan penjajah. Tepat hari ini, Rabu (10/11) bangsa ini kembali memperingati Hari Pahlawan.

 

Peristiwa 10 November 1945 silam ditetapkan sebagai hari bersejarah, hari di mana bangsa ini mengkobarkan semangatnya dalam mengalahkan para penjajah. Salah satu yang tak terlupakan dalam peristiwa tersebut yakni terbunuhnya Jenderal Mallaby sebagai pemimpin pasukan sekutu.

 

Menurut anggota DPRD Jawa Timur, Samsul Arifin, gelora semangat arek-arek Suroboyo pada 10 November yang patriotis, tidak lain lahir dari semangat yang ditorehkan oleh para kiai dan santri pada 22 Oktober yang saat ini biasa disebut Hari Santri.

 

Di mana resolusi jihad yang diprakarsai langsung oleh KH, Hasyim Asyari dengan menyebut jihat adalah fardu ain menjadi cikal bakal gelora perjuangan bangsa ini dalam merebut kemerdekaan.

 

"Bahkan saya berani mengatakan, tidak akan pernah ada peperangan 10 November jika tidak ada resolusi jihad. Inisiasi dan gagasan resolusi jihad adalah gagasan dari pada masyaikh dan para alim ulama," kata Samsul.

 

Anggota Fraksi PKB itu menyampaikan, Hari Santri dan Hari Pahlawan merupakan satu paket yang tak bisa dipisahkan. Hari perlawanan pasca Proklamasi yang sama-sama menempatkan sosok kiai sebagai ujung tombak motor penggeraknya.

 

"Bukan hanya kalangan santri, kalangan nasionalis, kalangan Jawa Madura yang waktu itu bersatu padu untuk memperebutkan kemerdekaan ini," tuturnya.

 

Mas Sam, sapaan akrabnya, menuturkan, sebagai penikmat manisnya perjuangan, tinggal bagaimana generasi saat ini mempertahankan dan mengembangkan hasil dari jerih payah para pahlawan. Karena seiring dengan berjalannya waktu dan teknologi yang semakin berkembang ini, tentunya tantangan yang dihadapai Bangsa Indonesia semakin berat.

 

"Sebagai penerus bangsa, saat ini bagaimana kita semua mengisi kemerdekaan itu sebaik mungkin, sejujur mungkin, dan mengisi kemerdekaan dengan menghargai jasa-jasa pahlawan. Hal ini bisa kita wujudkan dengan memajuan dan kesejahteraan masyarakat," katanya.


Parlemen Terbaru