• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 18 Mei 2022

Metropolis

Ketum MUI Jatim Ajak Semua Kalangan Sinergi Hadapi Covid-19

Ketum MUI Jatim Ajak Semua Kalangan Sinergi Hadapi Covid-19
KH Mutawakkil Alallah. (Foto: NOJ/sn)
KH Mutawakkil Alallah. (Foto: NOJ/sn)

Surabaya, NU Online Jatim
Dalam kondisi pademi Covid-19 seluruh jajaran pemerintahan beserta seluruh masyarakat terus bersatu padu dalam satu komando untuk menghentikan penyebaran virus tersebut. Upaya tersebut dilakukan dengan selalu mematuhi kebijakan-kebijakan pemerintah baik dari pusat atau pun daerah. 

 

Begitulah poin penting yang disampaikan oleh KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur dalam istighotsah kubro dan doa bersama yang digelar oleh DPRD Jawa Timur, Kamis (11/02/2021).

 

“Dalam situasi seperti sekarang ini, di mana Indonesia sedang menghadapi berbagai persoalan, terutama musibah yang beruntun, baik bencana banjir, gempa bumi, tanah longsor, juga musibah transportasi, udara, darat dan laut. Terutama pandemi Covid-19 yang bukan hanya menjangkiti negeri kita, tapi hampir seluruh dunia,” kata ulama kelahiran Genggong, Probolinggo 15 April 1959 ini.

 

Kiai Mutawakkil, sapaan akrabnya menegaskan, jika Jawa Timur harus saling bersinergi dalam menangani penularan virus Covid-19. Semua pejabat-pejabat publik baik di kota maupun di desa harus memaksimalkan usahanya sekuat mungkin.

 

“Maka kita terutama Provinsi Jawa Timur sangat membutuhkan sinergitas, kerjasama, dan kekompakan. Semua potensi komponen, dan juga kekuatan termasuk para pemegang otoritas untuk bekerja sama, saling membantu, saling menjaga dalam menghentikan penyebaran Covid-19,” tegasnya.


Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Tribakti Kediri itu mengutip dari pernyataan Presiden Joko Widodo, bahwa pemerintah harus kompak dan selalu bersama-sama mengedepankan kepetingan rakyat, agar tidak terpapar oleh virus Covid-19.

 

“Saya ingat pidato Bapak Presiden beberapa waktu yang lalu, bahwa seluruh pemegang otoritas di provinsi, kabupaten, dan kota harus kompak dan bersatu. Dengan kebersamaan ini, yang akan merasakan manfaatnya adalah rakyat. Begitu juga sebaliknya,” jelasnya.

 

Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan, Genggong, Probolinggo ini menyimpulkan dari rekam jejak Nabi Muhammad SAW, kunci penting untuk Indonesia adalah saling menghormati, kerja sama, dan satu suara dalam kepentingan bersama.

 

“Apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden ada syariatnya.14 abad yang lalu, baginda Nabi Muhammad SAW bersabda ‘tegak berdirinya dunia, atau tegak berdirinya sebuah negara, dia dihargai dan dihormati oleh negara-negara lain akan terwujud apabila saling sinergitas, kerja sama, dan kompak,” pungkasnya.

 

 

Editor: Risma Savhira


Metropolis Terbaru