• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 5 Desember 2022

Metropolis

Kiai Marzuki Tegaskan Pentingnya Keberadaan Fasilitas Kesehatan NU

Kiai Marzuki Tegaskan Pentingnya Keberadaan Fasilitas Kesehatan NU
KH Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jatim. Foto: Istimewa
KH Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jatim. Foto: Istimewa

Surabaya, NU Online Jatim
Keberadaan fasilitas kesehatan seperti klinik atau rumah sakit menjadi kebutuhan mendesak. Tak terkecuali bagi warga Nahdlatul Ulama yang harus mendapatkan pelayanan kesehatan serta dalam rangka memastikan terjaganya akidah dan amalan ahlussunah wal jamaah.
 

Penegasan tersebut disampaikan oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH. Marzuki Mustamar pada acara Focus Group Discussion Kesehatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom oleh Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) pada Rabu (01/03/2022).
 

"Kalau NU memiliki rumah sakit sendiri, maka akidah kita akan terus terjaga," kata Kiai Marzuki.
 

Lebih lanjut disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang tersebut bahwa dengan berperannya para aktivis kesehatan yang berlatar belakang NU, maka ini dapat mempermudah Nahdliyin mendapatkan pelayanan sesuai ajaran akidah ahlussunah wal jamaah.
 

"Kalau petugas rumah sakitnya paham akidah aswaja, pasti dalam praktiknya disesuaikan syariat," lanjutnya.
 

Selain itu, lanjut Kiai Marzuki, semua urusan mulai dari kehalalan makanan pasien, edukasi ibadah bagi orang yang sakit hingga pengurusan jenazah pasti terjamin.
 

"Ini yang banyak dikhawatirkan warga NU, tentang pengurusan jenazah di rumah sakit, sudah sesuai syariat apa tidak," sergah Kiai Marzuki.
 

Kiai yang juga dosen di Universitas Islam Negeri Malang tersebut mengingatkan bahwa amat penting keberadaan rumah sakit berbasis Islam khususnya NU. Serta diharapkan ke depan akan berdiri lebih banyak rumah sakit NU di setiap cabang atau kabupaten/ kota.
 

Untuk mencapai keinginan besar itu, Kiai Marzuki mengajak memulai dengan membangun klinik pratama yang dapat menyelenggarakan pelayanan medis dasar.
 

"Minimal setiap PCNU di Jawa Timur punya klinik NU, lebih baik lagi berdiri rumah sakit NU. Kemudian dikelola dengan baik sampai naik menjadi rumah sakit tipe D. Lalu meningkat lagi tipe C dan seterusnya,” terangnya.
 

Kiai Marzuki menuturkan, rumah sakit tidak hanya dituntut untuk memberikan fasilitas kesehatan. Tetapi sangat diperlukan layanan tempat ibadah yang nyaman bagi para keluarga yang menjenguk.  
 

Dengan adanya rumah sakit NU akan ada kepastian cara mengelola makan benar dengan standar thaharah dalam madzhab Syafi’i. “Nah kalau sudah demikian orang yang berobat tidak ragu-ragu kebersihan dan kehalalannya,” ungkapnya.
 

Kiai Marzuki juga berharap untuk rumah sakit NU yang sudah berdiri supaya benar-benar dikelola dengan profesional. Dalam merekrut dokter, perawat, petugas harus berdasar kualitas, tidak hanya sekedar karena teman atau kerabat.
 

"Sehingga ketika merawat benar-benar berdasar kemampuan, skill, kontrol emosi yang sangat baik,” terangnya.
 

 

Hal yang tidak kalah penting yang diingatkan Kiai Marzuki dalam kesempatan ini adalah terus update perbaruan alat kesehatan. ‘Kalau tidak begitu, sementara  milik orang non muslim semakin canggih. Nanti masyarakat akan ke sana,” tegasnya.
 

Hadir dalam kesempatan ini KH Abd A’la Ketua Panitia Harlah ke 99 NU PWNU Jatim, KH Abdussalam Shohib Wakil Ketua PWNU Jatim dan para dokter pengurus Lembaga Kesehatan (LK) PWNU Jatim dan PCNU se Jatim.


Editor:

Metropolis Terbaru