• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 26 September 2022

Metropolis

Lulus dari Maroko, Alumni Lirboyo Ini Ingin Mondok Lagi

Lulus dari Maroko, Alumni Lirboyo Ini Ingin Mondok Lagi
Irma Mirshodatul Jannah. Foto: Istimewa
Irma Mirshodatul Jannah. Foto: Istimewa

Sidoarjo, NU Online Jatim

Irma Mirshodatul Jannah merupakan koordinator Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko masa khidmad 2020-2021. Santriwati asal Jombang ini kuliah di Institut Imam Nafie, Tangier, Maroko dengan program studi Dirosat Islamiyyah melalui beasiswa Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

 

Sejak menjadi santriwati, Irma selalu memegang erat  motivasinya. “Kalau mau belajar agama yang sumbernya dari kitab berbahasa Arab, akan lebih baik jika diiringi dengan terbiasa mendengar orang berbicara atau pembelajaran dengan bahasa Arab,” katanya kepada NU Online Jatim melalui sambungan WhatApp, Jumat (28/01/2022).

 

Setelah pulang ke bumi pertiwi pertengahan Januari 2022, Irma memiliki cita-cita yang sederhana. Yakni ingin menjadi orang bermanfaat untuk masyarakat desanya sendiri. Terutama bagi keluarga  sendiri serta bersyukur bisa melebarkan sayap lebih luas.

 

“Namun di kepulangan saya kali ini, target yang terpasang adalah memupuk diri sendiri sebelum terjun ke masyarakat. Semakin meningkatkan belajar,” jelasnya.

 

Saat di Maroko Irma melihat ada khazanah keilmuan yang belum ditemukan di Maghrib. Sehingga  alumni Pondok Pesantren Salafy Terpadu Ar-Risalah Lirboyo Kediri ini bertekad mencarinya di Indonesia. “Ya, saya akan mondok lagi di Wonosobo sebelum melangkah ke Pascasarjana,” terangnya.

 

Selama mondok di Lirboyo, Nyai Hj ‘Aina ‘Ainaul Mardliyah Anwar menjadi inspiratornya. Sedangkan saat nyantri di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto ia mengagumi sosok KH Asep Saifuddin Chalim.

 

“Beliau-beliau adalah orang-orang hebat yang berpengaruh besar dalam membangun pandangan diri saya untuk hidup saya sendiri, dalam membentuk kepribadian disiplin dan menjadi orang yang harus memiliki mimpi, juga ambisi besar untuk mencapainya,” ungkapnya.

 

Bagi Irma, Ummi ‘Aina dikenal banyak orang sebagai tokoh wanita yang teguh pendirian, disiplin, berkemauan keras, perhatian, dan selalu bersemangat. Apalagi dalam hal memperjuangkan mertabat seorang wanita.

 

Begitu juga Kiai Asep, Irma melihat setiap tahun aset pondoknya selalu berkembang pesat dan menghasilkan alumni-alumni yang membanggakan. Irma mengaku keberhasilannya belajar di Maroko tak lain adalah buah dari didikan Kiai Asep yang selalu memberi motivasi dan inspirasi.

  

“Semoga beliau-beliau beserta kelurga senantiasa diberi kesehatan dan panjang umur,” pungkasnya. 


Editor:

Metropolis Terbaru