• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 28 Juni 2022

Pustaka

Catatan Kecil Ajaran Dasar Islam yang Ramah

Catatan Kecil Ajaran Dasar Islam yang Ramah
Sampul buku 'Islam yang Saya Anut'. (Foto: NOJ/ Istimewa)
Sampul buku 'Islam yang Saya Anut'. (Foto: NOJ/ Istimewa)

Model berislam seseorang dipengaruhi dari siapa ia belajar. Jika belajar agama Islam melalui buku M Quraish Shihab, maka dapat dipastikan akan menjadi Muslim yang ramah, bukan Muslim yang marah. Muslim yang mengajak bukan mengejek, merangkul bukan memukul, mendidik bukan membidik, menyayangi bukan menyaingi, membela bukan mencela, dan lain sebagainya. 

 

M Quraish Shibab pada 2017 lalu menulis buku dengan judul “Islam Yang Saya  Anut, Dasar-Dasar Ajaran Islam”. Di buku ini terekam pemikiran penulis tentang Islam yang ia pahami. 

 

Materi yang diulas oleh M Quraish Shihab meliputi, agama, manusia dan evolusinya. Termasuk pula agama Islam, ajaran Islam, rukun iman, akidah, rukun Islam, aspek hukum rukun-rukun Islam, dan lain sebagainya.

 

Dalam pengantar yang cukup panjang, M Quraish Shihab menekankan, ketika Islam mulai menyebar di luar tanah jazirah Arab,  mau tidak mau Islam bertemu dengan budaya yang beragam di masing-masing tempat, yang kemudian semua terjadi seleksi. Budaya yang tidak menabrak rambu-rambu syariat Islam akan tetap diterima. Sedangkan yang menabrak syariat Islam tetap ditolak. Hal demikian merupakan embrio yang kemudian melahirkan istilah dikalangan ahli fiqih ‘Al-Adat Muhakkamah’.

 

Dalam buku ini, M Quraish Shihab mencoba menyikapi banyaknya perbedaan pendapat di kalangan ulama. Terkait hal ini, alumni Universitas Al-Azhar Mesir ini berpegang pada hasil pertemuan pada Juli  2005 di Amman, Yordania, yang dihadiri oleh 200 ulama dari 50 negara. Hasil pertemun ini memberi pengakuan kepada depalan madzhab yang sah untuk diikuti. Yakni Mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali, Ja’fary/Itsna ‘Asayariah, Zaidiyah,Az-Zahiriyah, Ibadhiyah.

 

Ketika memberikan penjelasan, Quraish Shihab dalam buku ini mengawali dengan pendapat-pendapat filosof atau ilmuan sesuai bidangnya. Misalnya saat mendefinisikan agama, Quraish Shihab mengutip filosof sekaliber Imamanuel Kant dari Jerman, Auguste Comte, bahkan pula pakar kemanusiaan Thomas Huxley. Setelah itu, M Quraish Shihab baru menjelaskan dari asal kata khas penjelasan tafsir. (Hal. 17)

 

Dunia yang terus berkembang dengan kecanggihan teknologi, membuat gaya hidup masyarakat berubah dan banyak hal-hal baru yang tidak ada dulu pada zaman Nabi. Lantas, apakah Islam dapat diterapkan? M Qurasih Shihab dalam buku ini secara spesifik menjawab pertanyaan ini. Menurutnya, Islam merupakan agama yang luwes dengan budaya-budaya baru  yang sifatnya positif. Keluwesan Islam ini dikarenakan beberapa alasan.

 

Pertama, Islam memperkenalkan dua macam nilai ajarannya, yakni langgeng tidak berubah dan ada juga yang lentur, kemudian praktis atau lokal temporal. Kedua, Islam tidak menekankan bentuk-bentuk formal menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Ketiga, Islam memperkenalkan ijtihad. Dan, keempat Islam memperkenalkan hak veto, yakni kendati telah ada ketetapan hukum pasti, dalam kondisi tertentu maka ketetapan hukum tersebut dapat diveto sehingga berganti. (Hal. 307)

 

Namun demikian, buku ini baru sekaliber fondasi bangunan, belum lantai, dinding, atap, kamar-kamar dan lain sebagainya. Untuk melanjutkan pembahasan dalam buku ini, Quraish Shihab telah menulis buku lain, yakni ‘Islam yang Saya Pahami’ dan ‘Islam yang Disalah Pahami’. Selamat membaca!

 

Identitas Buku
Judul:
Islam yang Saya Anut
Penulis: M Quraish Shihab
Penerbit: Lentera Hati
Tahun Terbit: 2017
ISBN: 978-602-7720-74-9
Peresensi: Boy Ardiansyah (Guru Madrasah & Mahasiswa Pascasarjana Institut Pesantren KH Abdul Chalim Pacet, Mojokerto).


Pustaka Terbaru