• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 27 Juni 2022

Metropolis

Masya Allah, 5563 Anak Kehilangan Orang Tua Akibat Covid-19

Masya Allah, 5563 Anak Kehilangan Orang Tua Akibat Covid-19
Istimewa
Istimewa

Surabaya, NU Online Jatim

Empat kabupaten/ kota di Jawa Timur (Jatim) menjadi daerah terbanyak anak yang orang tuanya meninggal dunia akibat Covid-19. Sedangkan total sudah ada 5.563 anak di Jatim yang menjadi yatim, piatu dan yatim piatu karena orang tuanya menjadi korban Covid-19.

 

Dari seluruh daerah, Kota Surabaya menjadi daerah penyumbang terbanyak jumlah anak yang ditinggal ayahnya, ibunya, bahkan ayah dan ibunya karena terpapar virus berbahaya tersebut. Setelah Surabaya yaitu Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Magetan.

 

“Angka tersebut bersifat dinamis, karena pendataan masih terus dilaksanakan. Namun, untuk Surabaya total hingga saat ini ada 1449 anak,” ujar Andriyanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Jatim dikutip radarsurabaya.id, Jumat (27/08/2021).

 

Ia menambahkan, dari jumlah 5563 tersebut, 3089 anak  merupakan anak yatim, 2196 piatu, dan 278 yatim piatu. “Data anak-anak yatim piatu itu tidak dilengkapi dengan nomor induk kependudukan (NIK),” imbuhnya.

 

Andriyanto menyatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan dengan menyiapkan psikolog untuk asesmen dan penguatan psikis anak.

 

“Anak-anak tersebut akan kita lakukan juga intervensi peningkatan kapasitas anak dengan edukasi dan pelatihan kewirausahaan oleh pelatih profesional, yang kemungkinan dibutuhkan anak-anak remaja, melalui daring atau offline di UPTD Dinas Sosial Jatim,” tandasnya.

 

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah pesantren untuk pendampingan anak-anak tersebut.

 

“Kami juga melakukan komunikasi terkait permasalahan ini kepada pesantren. Baik pesantren di lingkungan NU, Muhammadiyah, Aisyiah, maupun Muslimat NU,” ungkapnya.

 

Ia berharap lembaga tersebut memberi pengasuhan kepada anak yang terkonfirmasi yatim piatu.

 

 

“Banyak hal yang hilang ketika anak terkonfirmasi yatim piatu akibat Covid-19. Paling utama adalah kasih sayang. Lalu, kepastian finansial untuk melanjutkan pendidikan. Pemprov ingin mengambil langkah untuk menyelamatkan mereka. Sebab, mereka butuh suasana yang kondusif seiring perkembangannya,” tandasnya.


Editor:

Metropolis Terbaru