• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Metropolis

Mengenal KH Sholeh Qosim yang Tak Henti Lahirkan Guru Al-Qur'an

Mengenal KH Sholeh Qosim yang Tak Henti Lahirkan Guru Al-Qur'an
KH Sholeh Qosim saat membaca doa khotmil Qur'an. (Foto: NOJ/SD)
KH Sholeh Qosim saat membaca doa khotmil Qur'an. (Foto: NOJ/SD)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Lembaga Pendidikan dan Pengajaran Al-Qur'an (LPPQ) Al-Karim Jawa Timur adalah sebuah Lembaga dirasah qur'aniyah yang dikelola oleh KH M Sholeh Qosim. Lembaga ini sudah dirintis sejak tahun 80-an yang bertempat di Jalan Raden Patah Daleman Gg 1 No 50 Sidoarjo.

 

Bertepatan pada hari Rabu (17/03/2021) jamaah ngaji di langgar Kuning Beji Pasuruan mengadakan acara khataman Al-Qur'an di kediaman Kiai Sholeh. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk hormat, syukur dan tabarrukan para guru ngaji atas selesainya pemnacaan Al-Qur'an 30 juz.

 

Acara tersebut diikuti oleh 24 guru Al-Qur'an, diawali dengan membaca doa dan dilanjut dengan semaan baca Al-Qur'an juz 30 bergantian dengan disimak langsung oleh Wakil Ketua Pimpinan Pusat (PP) Lembaga Ta'mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) tersebut. Terakhir acara ditutup dengan doa serta wejangan oleh Kiai Sholeh.

 

"Al-Qur'an itu mulia. Kalau Al-Qur'an yang kita miliki itu bagus, maka layak dicium," katanya saat memberikan wejangan.

 

Salah satu program yang dilakukan oleh Kiai Sholeh yakni gerakan wakaf seribu Al-Qur'an. Harapannya, gerakan ini sudah terlaksana sebelum Ramadlan supaya di sejumlah masjid dan musala memiliki Al-Qur'an yang bagus untuk tadarus.

 

"Wakaf itu harus memilih barang yang paling baik. Kalau kita wakafkan Al-Qur'an, apalagi ditaruh di masjid atau mushala dibaca orang banyak, itu lebih bermanfaat," terang Direktur LPPQ Al-Karim Jatim tersebut.

 

Kiai Sholeh juga berpesan, jika ingin bisa membaca Al-Qur'an dengan baik dan bagus harus diiringi dengan keistikamahan.

 

"Kalau mau bacaan Al-Qur'an bagus, harus istikamah tadarus, ngaji, belajar, dan menyimak," katanya mengakhiri khataman.

 

Penulis: Sulistiya Dwi Rachmawati

Editor: Risma Savhira


Metropolis Terbaru