• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 30 September 2022

Metropolis

Mujahadah Kubro: NU Membangun Sanad Jamiyah, Menyambung Sanad Keilmuan dan Perjuangan

Mujahadah Kubro: NU Membangun Sanad Jamiyah, Menyambung Sanad Keilmuan dan Perjuangan
KH Abdussalam Shohib, Ketua Panitia Harlah 1 Abad NU. (Foto: NOJ/ Risma Savhira)
KH Abdussalam Shohib, Ketua Panitia Harlah 1 Abad NU. (Foto: NOJ/ Risma Savhira)

Surabaya, NU Online Jatim

Mujahadah Kubro dan Doa 11 Kiai se-Jawa Timur digelar sebagai bentuk munajat para kader NU untuk kemaslahatan negara dan dunia. Tema penting yang diangkat dalam kegiatan ini adalah NU Membangun Sanad Jamiyah, Menyambung Sanad Keilmuan dan Perjuangan.


Tema tersebut memiliki arti yang mendalam dari sisi sanad dan perjuangan. Hal tersebut diungkapkan oleh KH Abdussalam Shohib, Ketua Panitia Harlah 1 Abad NU.


"Tegalsari merupakan pesantren pertama di Jawa Timur karena Diponegoro juga merupakan murid Ki Ageng Muhammad Besari. Maka salah satu inspirasi perjuangan kita adalah Diponegoro," ungkapnya.


Selain itu, Ki Ageng Muhammad Besari juga terkenal dengan perjuangannya melawan Belanda yang dilanjutkan oleh Diponegoro.


"Jadi dalam tema ini kita ingin mengambil nuansa perjuangan dalam rangka konteks kekinian," katanya.


Diketahui jadwal kegiatan Mujahada Kubro 9999 Kader NU Jatim akan dimulai pukul 22.00 dengan pembukaan. Kemudian dilajut iftitah fatihah yang dipimpin oleh KH Adzim Khalili Bangkalan. Dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, mars subhanul wathon dan qiraah.


Sementara istighotsah akan dipimpin oleh KH Fahmi Amrulloh Hadzik Tebuireng, dilanjutkan ijazah kubro oleh Rais Syuriah PWNU Jatim, KH Anwar Mansur. Mujahadah kubro akan dipimpin oleh KH Abdul Matin Bejagung. Kemudian akan ditutup doa oleh para kiai sepuh. 


Mujahadah Kubro dan Doa 11 Kiai se-Jawa Timur ini juga diramaikan dengan bahtsul masail. KH Ahmad Asyhar, Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Jawa Timur menyebutkan, ada sejumlah masalah yang dibahas dalam bahtsul masail yang dibagi dalam tiga komisi.


“Di komisi waqi'iyah ada delapan masalah yang diangkat menyangkut hukum suatu peristiwa. Sementara pada komisi maudhu’iyah ada dua persoalan terkait masalah agama tematik atau kasuistik. Dan di komisi qoununiyah akan mendiskusikan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan perundang-undangan," terangnya.


Selain itu, Kiai Asyhar mengungkapkan bahwa bahtsul masail itu akan dihadiri oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur dan beberapa undangan lainnya.


"Yang berbeda dari bahtsul masail kali ini adalah kami mengundang Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) dan kampus-kampus Jawa Timur," ungkapnya.


Editor:

Metropolis Terbaru