• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 8 Agustus 2022

Metropolis

Pandemi Covid-19 Belum Usai, Tetap Berpikir Positif

Pandemi Covid-19 Belum Usai, Tetap Berpikir Positif
Istimewa
Istimewa

Surabaya, NU Online Jatim

Pandemi Covid-19 hingga kini belum diketahu kapan akan berakhir. Selama menghadapi pandemi ini sebaiknya tetap berpikir positif supaya ritme kehidupan tidak semakin terganggu oleh kondisi serangan virus berbahaya tersebut.

 

"Kita lihat selama setahun ini sebagai sebuah pelajaran, ternyata kita mampu bertahan, memiliki ketahanan yang cukup tangguh, dan tidak terjadi hal-hal yang selama ini dikhawatirkan," kata Wakil Sekretaris Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) H Syaifullah Amin dalam acara Pesantren Digital Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) bertajuk Optimis dan Waspada di Tengah Pandemi, Jumat (28/05/2021).

 

Direktur Aswaja TV ini menambahkan, sisi kemanusiaan setiap orang menunjukkan dan mampu mempertahankan keteraturan sosial di kehidupan bermasayarakat. Terbukti dengan adanya kemampuan bertahan dan tumbuh kesadaran untuk saling berbagi satu sama lain.

 

"Pandemi ini meningkatkan kesadaran untuk membantu di antara sesama dan meningkatkan kesadaran untuk bahu-membahu mengatasi keadaan-keadaan yang sulit. Tentu, ini adalah sebuah kabar gembira dan kenyataan yang patut kita disyukuri," jelas Kang Amin, sapaan khasnya.

 

Dalam acara yang berlangusng secara virtual tersebut, ia menyampaikan, selama ini bangsa Indonesia telah dididik jika sisi kemanusiaan hilang maka secara otomatis ketika dihadapi oleh sesuatu yang berbahaya, maka keutuhan bermasyarakat tidak akan bertahan lama. Namun kenyataan berkata lain, pandemi justru mengukuhkan persaudaraan kemanusiaan.

 

"Sehingga kita mampu bertahan sebagai pribadi-pribadi, kita mampu bertahan sebagai masyarakat yang teratur, dan kita mampu bertahan sebagai masyarakat yang terus mempertahankan nilai-nilai keagamaan," katanya.

 

Lebih lanjut dibeberkan, beberapa kekhawatiran memang sangat mengganggu umat Islam ketika terdapat pembatasan-pembatasan ibadah. Orang-orang menjadi timbul ketakutan akan tertular virus mematikan ini. Bahkan ada saja sebagian kelompok yang mencurigai pembatasan ibadah di masjid sebagai upaya membatasi gerak umat Islam.

 

 

"Tapi kenyataan tidak menunjukkan demikian. Sungguh ini bukanlah hal yang perlu diperpanjang karena kita tahu bahwa Covid-19 berdampak kepada seluruh manusia tanpa peduli latar belakangnya. Semua terkena dampak," ungkapnya.


Editor:

Metropolis Terbaru