• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 9 Desember 2022

Metropolis

PBNU dan PWNU se-Indonesia Ziarahi Makam Pendiri NU di Jombang

PBNU dan PWNU se-Indonesia Ziarahi Makam Pendiri NU di Jombang
Rais Syuriyah PBNU, KH Cholil Nafis memimpin tahlil di makbarah KH Abd Wahab Chasbullah, Tambakberas, Jombang. (Foto: NOJ/NU Network)
Rais Syuriyah PBNU, KH Cholil Nafis memimpin tahlil di makbarah KH Abd Wahab Chasbullah, Tambakberas, Jombang. (Foto: NOJ/NU Network)

Surabaya, NU Online Jatim
Peringatan hari lahir ke-99 Nahdlatul Ulama dalam hitungan tahun hijriyah digelar di sejumlah kawasan. Yang istimewa, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) beserta Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia melaksanakan ziarah ke makam pendiri NU, yakni Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, dan KH M Bishri Sansuri di Jombang, Rabu (16/02/2022). 
 

Rais Syuriyah PBNU, KH Cholil Nafis menegaskan bahwa proses ini dilakukan sebagai langkah untuk menyerap energi perjuangan para pendiri NU.
 

“Jadi kita ngalap berkahnya, semangat perjuangannya,” katanya saat ditemui di Bandara Juanda, Rabu (16/02/2022), sebelum bertolak ke Jombang sebagaimana rilis yang diterima NU Online Jatim.
 

Sebab, menurutnya, ziarah dapat memberikan energi tersebut bagi yang memiliki sensitivitas dan kepekaan batin. Ulama-ulama yang diziarahi tentu akan menjawab apa yang disampaikan kepadanya. Tidak mungkin Rasulullah menganjurkan untuk mengucapkan salam saat melewati kuburan jika orang-orang yang meninggal itu tidak menjawabnya.
 

“Kalau tidak menjawab kan tidak mungkin kita datang ke kuburan mengucapkan salam kepada seluruh ahli kubur. Kan gak mungkin Nabi mengajarkan kalau gak nyetrum,” Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah Depok, Jawa Barat itu.
 

Lebih lanjut, alumnus Pesantren Sidogiri Pasuruan tersebut juga menjelaskan bahwa ziarah juga mendoakan orang meninggal sebagaimana yang digariskan Nabi, bahwa salah satu amalan yang tidak akan terputus adalah doa anak salih. Dalam hadits tersebut, disebutkan kata walad dalam bentuk nakirah (umum). Artinya, anak tersebut tidak terbatas pada garis biologis, tetapi juga mencakup anak ideologis.
 

“Siapa pun yang mendoakan akan menjadi persembahan,” katanya.
 

Lebih dari itu, ziarah juga menjadi satu langkah untuk memohon izin dan petunjuk kepada para pendiri NU mengingat harlah ke-99 dan kepengurusan yang baru saja dilantik.
 

“Mudah-mudahan yang kami lakukan dari beliau itu tidak menyimpang dari cita-citanya. Kita minta petunjuk kepada Allah melalui ziarah kepada beliau,” ungkap peraih gelar doktor dari Universitas Malaya, Malaysia itu.
 

Kiai Cholil juga menyampaikan bahwa ziarah ini menjadi satu hal yang membedakan warga NU dengan orang-orang lain yang memiliki pemahaman berbeda.
 

“Ini sebenarnya diferensiasi kita warga Nahdliyin dengan lain bahwa memahami orang meninggal itu sesungguhnya mauih hidup, hidup ruhnya hidup perjuangannya. Bukan karena kematian lepas hubungan luar dan dalam. Tetapi tetap satu kerangka satu perjuangan,” katanya.


“Diferensiasi NU dan paham lain menghormati yang mati sama menghormati ketika hidup,” imbuh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah itu.


Rombongan PBNU dan PWNU se-Indonesia berangkat dari Bandara Juanda menuju makam KH Abdul Wahab Chasbullah di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang pada pukul 10.00 WIB. Setelah itu, rombongan akan sowan sejenak ke KH Hasib Wahab sebagai dzuriyah dan Ketua PBNU.

Perjalanan dilanjutkan ziarah kepada KH M Bishri Sansuri di Pondok Pesantren Denanyar dan ditutup ziarah kepada Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari di Pondok Pesantren Tebuireng.


Selama rangkaian ziarah tersebut, Kiai Cholil Nafis didaulat untuk memimpin prosesi tahlil. Pembacaan tawassul dipimpin Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori dan doa dipimpin KH Mustofa Aqil Siroj dan KH Abun Bunyamin Ruhiat.
 

Setelah perjalanan ziarah, agenda berikutnya adalah ramah-tamah di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Dalam kesempatan ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan turut hadir menyambut kedatangan PBNU dan PWNU Se-Indonesia. Dan puncak peringatan Harlah Ke-99 NU ini akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Syaichona Kholil Bangkalan pada Kamis (17/02/2022) malam.


Metropolis Terbaru