• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Juli 2022

Metropolis

PCNU Sidoarjo Ingin Tiga Pilar Pendidikan NU Terus Bersinergi

PCNU Sidoarjo Ingin Tiga Pilar Pendidikan NU Terus Bersinergi
Abdul Mujib, Wakil Sekretaris PCNU Sidoarjo. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)
Abdul Mujib, Wakil Sekretaris PCNU Sidoarjo. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Abdul Mujib, Wakil Sekretaris PCNU Sidoarjo, menuturkan bahwa Persatuan Guru NU (Pergunu), Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU dan Ikatan Pelajar dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) merupakan tiga pilar pendidikan di lingkungan NU. Ketiganya harus terus bersinergi.


“LP Ma’arif harus menciptakan lembaga pendidikan yang bermutu, Pergunu harus mencetak guru yang berkualitas, IPNU-IPPNU harus terus andil menciptakan para peserta didik yang mampu bersaing dan penguatan nilai nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Ketiganya ini harus saling bersinergi,” katanya dalam Forum Focus Group Discussion di kantor PCNU Sidoarjo, Selasa (13/04/2022) malam.


Pemateri lainnya, KH Arli Fauzi, mengutarakan bahwa visi pendidikan  PCNU Sidoarjo adalah menjadikan siswa-siswi sebagai kader-kader Aswaja yang militan. Oleh karena itu diharapkan ketiga banom dan lembaga tersebut dapat mencari momen untuk mendakwahkan Aswaja pada siswa-siswi.


Menurutnya, dakwah Aswaja tidak tergantung kepentingan. Kepekaan terhadap dakwah Aswaja harus disertai dengan keilmuan ruhani. Ini yang akan menjadikan sekolah atau madrasah NU akan mengungguli sekolah lain.


Sementara itu, Mochammad Fuad Nadjib, Ketua Pergunu Sidoarjo, menginginkan organisasinya dapat mengikat para guru NU, sebagaimana Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Selain itu, alumni Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Dennayar Jombang tersebut ingin terus berupaya untuk meningkatkan SDM guru NU.


“Kami ingin membuat program peningkatan kompetensi guru NU. Sebab, faktanya selama ini masih rendah sekali minat guru NU untuk mengikuti program yang diselenggarakan oleh pemerintah seperti Program Guru Penggerak,” ungkapnya.


Selama ini, program bidang pendidikan dan pelatihan di Pergunu masih seputar pendidikan Aswaja. Sedangkan program yang memenuhi kebutuhan guru di era sekarang yang sesuai perkembangan kurikulum masih belum nampak.


Metropolis Terbaru