• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Metropolis

Penyiar se-Jatim Diajak Dakwahkan Islam Moderat

Penyiar se-Jatim Diajak Dakwahkan Islam Moderat
Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Husnul Maram. (Foto: Istimewa).
Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Husnul Maram. (Foto: Istimewa).

Surabaya, NU Online Jatim

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Husnul Maram mengajak Penyiar untuk mendakwahkan Islam Moderat dengan praktik moderasi beragama sebagaimana kehidupan Nabi Muhammad SAW. Hal itu disampaikan kepada ratusan penyiar saat pembukaan Pembinaan Kompetensi Penyiar Agama Islam (PKPAI) Provinsi Jatim di Hotel Mercure, Surabaya, Senin (14/03/2022).


"Moderasi beragama sudah dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Moderasi beragama juga dicontohkan pemimpin agama di dunia. Agama apa pun sudah memberikan contoh bagaimana penerapan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Husnul.


Salah satu praktik moderasi beragama yang dicontohkan Nabi Muhammad, lanjut Husnul, adalah sikap saling menghormati meski berbeda agama. Termasuk di dalamnya menghormati cara beragama dan tempat ibadah umat agama lain.


"Hormati rumah ibadah yang ada meskipun bukan rumah ibadah agama Islam. Nabi mencontohkan agar kita menghormati rumah ibadah agama Yahudi, Nasrani, dan Majusi. Termasuk menghormati cara ibadahnya. Itulah nilai moderasi beragama yang sudah diterapkan di zaman Nabi," terangnya.


Husnul pun menjelaskan makna moderasi beragama di balik anjuran menyingkirkan kerikil atau duri dari jalan. Menurutnya, anjuran ini merupakan salah satu ciri keimanan dan termasuk dalam 77 cabang keimanan.


"Apabila menjumpai duri, kerikil, batu yang bisa menghalangi seseorang di jalan, maka ambil dan singkirkan dengan niat ibadah kepada Allah. Dengan diambil, siapa pun yang lewat di jalan tersebut, apa pun agamanya, insyaallah akan diberikan keselamatan," tambahnya.
 

Ia menambahkan, Penyiar memiliki peran besar dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat terkait dakwah Islam Moderat. Untuk itu, dirinya berpesan agar Penyiar terus menyampaikan pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.
 


"Penyiar adalah pembawa misi Islam. Setiap harinya menulis dan menyiarkan berita. Maka, beritakan dan informasikan yang baik, serta menunjukkan contoh dari nilai moderasi beragama," pungkasnya.


Editor:

Metropolis Terbaru