• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 3 Desember 2022

Metropolis

Peringati Harlah Ke-72, Fatayat NU di Gresik Gelar Ragam Kegiatan

Peringati Harlah Ke-72, Fatayat NU di Gresik Gelar Ragam Kegiatan
Gebyar Harlah ke-72 Fatayat NU oleh PAC Fatayat NU Panceng, Gresik. (Foto: NOJ/M Syafik Hoo)
Gebyar Harlah ke-72 Fatayat NU oleh PAC Fatayat NU Panceng, Gresik. (Foto: NOJ/M Syafik Hoo)

Gresik, NU Online Jatim
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Panceng, Gresik menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-72 Fatayat NU. Kegiatan tersebut dipusatkan di Balai Latihan Kerja (BLK) Pondok Pesantren Al Ikhlas Mulyorejo, Dalegan, Panceng, Gresik, Jum’at (22/04/2022).


Gebyar Harlah ke-72 Fatayat NU tersebut dimulai dengan gerakan pemasangan bendera Fatayat NU di titik 23 Ranting se-Kecamatan Panceng, Khatmil Qur'an virtual, tahlil dan istighotsah untuk muassis NU dan pendiri Fatayat NU, serta santunan anak yatim.


“Selain itu, ada pula peluncuran sepeda motor operasional Fatayat NU Panceng dari Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani,” ujar Ketua PAC Fatayat NU Panceng, Masruroh.


Dirinya pun bersyukur atas rangkaian kegiatan dalam memeriahkan Harlah Fatayat NU tersebut. “Alhamdulillah, kita bisa melaksanakan dengan penuh khidmah rangkaian Harlah ke-72 Fatayat NU. Hal ini menjadi pemicu untuk bangkit dan berdaya bersama," ungkapnya.


Ia menjelaskan, spirit Harlah ke-72 Fatayat NU tersebut diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan dari kesenjangan dan ketertinggalan, utamanya dalam masalah ekonomi, politik dan sosial.


“Inilah yang harus disikapi dan ditindaklanjuti, termasuk pula hal yang berkaitan dengan persoalan perempuan. Karena persoalan perempuan ini kerap kali timbul dan memerlukan penyelesaian,” tegasnya.


Selain itu, pihaknya mengatakan bahwa Harlah merupakan titik balik untuk bangkit dan maju bersama. Terutama dalam menata organisasi Fatayat NU sebagai rumah besar yang harus dijaga dan dirawat.


“Oleh karenanya, seluruh kader Fatayat NU dituntut untuk saling memiliki terhadap organisasi, serta membesarkan organisasi bersama-sama,” tandasnya.


Sebagai informasi, kegiatan tersebut diikuti oleh pengurus harian Fatayat NU Panceng, Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU se-Kecamatan Panceng, dan tokoh masyarakat.


Metropolis Terbaru