• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 2 Desember 2022

Metropolis

Pesan Bupati Sidoarjo untuk Wisudawan Pesantren Modern Al-Amanah

Pesan Bupati Sidoarjo untuk Wisudawan Pesantren Modern Al-Amanah
Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali. Foto: Istimewa
Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali. Foto: Istimewa

Sidoarjo, NU Online Jatim

Pondok Pesantren Modern Al-Amanah Junwangi, Krian, Kabupaten Sidoarjo menggelar wisuda santri ke-27 di lingkungan pesantren setempat, Sabtu (04/06/2022). 


Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali menyampaikan pesan kepada para santri saat wisuda  yang diikuti 539 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur tersebut.


Menurutnya, santri merupakan insan yang utuh. Karena santri mengalami pendidikan dhohir sekaligus batin.


“Sehingga pada momen ini, saya sampaiakan, santri Al-Amanah jangan minder untuk bersaing, untuk menduduki posisi strategis di berbagai instansi penting di Indonesia,” ujarnya.


Bupati muda alumni Univeritas Al-Azhar Mesir itu mengapresiasi kiprah pesantren yang diasuh oleh KH Nur Cholis Misbah dalam dunia pendidikan. Gus Muhdlor sapaan akrabnya merasa tugas pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa berkurang dengan adanya Pesantren Al-Amanah.


“Beban yang berat itu terasa lebih ringan. Apalagi Ponpes Al-Amanah dengan lembaga pendidikannya, kualitasnya jauh lebih lebih unggul dari sekolah-sekolah negeri di Sidoarjo,” terangnya.


Namun Gus Mudhlor menegaskan bahwa wisuda yang berlangsung bukanlah akhir sebuah perjuangan bagi santri. Disebutkan, perjuangan ke depan semakin kompleks, sehingga diharapkan santri mampu menjadi solusi di masa yang akan datang.


“Masa kuliah adalah masa terbaik untuk mengasah kemampuan diri. Seperti Tim Nasional (Timnas) bola Indondesia yang senior tidak pernah juara. Tetapi kalau usia 16, 18 dan 19 pasti juara. Tetapi  di atas usia itu kwalitas sudah menurun karena berbagai macam faktor. Jadi masa terbaik seorang manusia ditentukan anatara umur 19 – 25. ,” ungkapnya.


Gus Muhdlor juga berpesan bahwa kunci keberhasilan seorang santri adalah tidak pernah meninggalkan guru atau kiai meski sudah lulus. Diuraikan, semakin sering silaturrahmi, berbakti dan cinta  kepada guru keberkahan hidup akan terus mengikuti.


“Bisa jadi keberhasilan seseorang didorong oleh cintanya kepada guru,” pungkasnya.


Hadir dalam kesempatan ini Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, KH Abdussalam Mujib. Hadir pula pengasuh pesantren, dewan asatidz dan wali santri.


Editor:

Metropolis Terbaru