• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 3 Desember 2022

Metropolis

PWNU Jatim Silaturahim ke Muhammadiyah, Bahas Isu-isu Strategis Jelang Satu Abad NU

PWNU Jatim Silaturahim ke Muhammadiyah, Bahas Isu-isu Strategis Jelang Satu Abad NU
Jajaran PWNU Jatim saat silaturahim ke PW MUhammadiyah Jatim, Jumat (22/07/2022). (Foto: NOJ/ Risma Savhira)
Jajaran PWNU Jatim saat silaturahim ke PW MUhammadiyah Jatim, Jumat (22/07/2022). (Foto: NOJ/ Risma Savhira)

Surabaya, NU Online Jatim

Menghadapi Kebangkitan Islam pada milenium kedua, jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengadakan silaturahim ke PW Muhammadiyah Jawa Timur, Jumat (22/07/2022). Silaturahim ini sekaligus membahas isu-isu strategis menjelang usia NU yang akan menapaki Satu Abad pada tahun 2026.


Dalam silaturahim ini, jajaran PWNU Jatim dipimpin KH Abdus Salam Shohib, yang juga Ketua Panitia 1 Abad NU didampingi H Hasan Ubaidillah Wakil Sekretaris PWNU Jatim, H M Amin Mujib dan H Rasidi, keduanya Wakil Bendahara PWNU Jatim.


Rombongan PWNU ini diterima langsung Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur, KH Saad Ibrahim di kantornya, Bilangan Kertomenanggal, Kota Surabaya.


KH Abdus Salam Shohib mengatakan, pihaknya mengadakan silaturahim terkait kegiatan Kick Off dalam rangkaian Peringatan Satu Abad NU. Di mana rencananya kegiatan tersebut akan digelar di Tugu Pahlawan Surabaya pada 28 Juli 2022 mendatang. Dalam kegiatan rangkaian Peringatan Satu Abad NU menghadirkan tema "Harmoni, Kolaborsi dan Inovasi".


Gus Salam menjelaskan, selaras dengan tema tersebut tentu NU tak akan berjalan sendirian dalam menyukseskan segala aktivitasnya di masyarakat.


"Maka melalui silaturahim dengan jajaran pimpinan PW Muhammadiyah akan menunjukkan wajah Islam yang selalu mengedepankan tali silaturahim dan ukhuwah atau persaudaraan," ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang itu.


Sebagaimana diketahui, di lingkungan NU selalu mengedepankan tiga ukhuwah. Yakni, Ukhuwah Wathoniyah (Persaudaraan sesama bangsa), Ukhuwah Islamiyah (Persaudaran sesama Islam) dan Ukhuwah Basyariah (Persaudaran sesama umat manusia), yang ditanamkan para pendiri NU sejak tahun 1926.


"Alhamdulillah, pertemuan berlangsung gayeng dan sangat akrab. Antusiasme dalam mengukuhkan kerukunan dua ormas Islam moderat di Indonesia akan menjadikan kekuatan dalam NKRI. Silaturahim semacam ini, telah menjadi bagian dari laku para pimpinan NU dan Muhammadiyah di masa lalu," jelas cucu Rais Aam NU (1971-1980) KH Bisri Syansuri tersebut.


Gus Salam mengingatkan kekuatan silaturahim antara KH AR Fachruddin di Pondok Pesantren Tebuireng dan mampu mengulur waktu Salat Tarawih. Sehingga ada guyonan pada saat itu, santri-santri Tebuireng berhasil di-Muhammadiyahkan saat menjadi imam Salat Tarawih pada bulan Ramadhan kala itu.


Terkait acara Kick Off, Panitia Satu Abad NU mengajak dukungan PW Muhammadiyah dan ormas Islam lainnya. "Kami meminta ada narasi dari PW Muhammadiyah soal Satu Abad NU, saat hadir dalam acara Kick Off nanti," tuturnya.


Wakil Ketua PWNU Jatim itu juga menyampaikan, adanya perbedaan antara NU dan Muhammadiyah merupakan keniscayaan. "Tetapi kami punya komitmen bersama untuk mengukuhkan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan saling menghargai sesama Muslim," tegasnya.


Pertemuan tersebut berhasil disepakati kesepahaman untuk melanjutkan pembicaraan tentang isu-isu strategis. Disadari pula, perlunya menjalin kerja sama menghadapi Kebangkitan Islam pada milenial kedua, antara NU dan Muhammadiyah.


Editor:

Metropolis Terbaru