• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 15 Agustus 2022

Metropolis

Umatul Mas'udah Terpilih Jadi Ketua Fatayat NU Tarik Sidoarjo

Umatul Mas'udah Terpilih Jadi Ketua Fatayat NU Tarik Sidoarjo
Umatul Mas'udah (kanan). Ketua PAC Fatayat NU Tarik, Sidoarjo. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)
Umatul Mas'udah (kanan). Ketua PAC Fatayat NU Tarik, Sidoarjo. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim
Umatul Mas'udah secara resmi terpilih menjadi Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Tarik, Sidoarjo. Penetapan tersebut berdasarkan hasil konferensi yang digelar di Aula Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat, Ahad (25/06/2022).


Pada konferensi yang mengangkat tema ‘Menciptakan Kader yang Berkualitas Menuju Fatayat Bermartabat dan Bermanfaat’ itu, Mas’udah mengungguli kandidat lain dengan memperoleh 18 suara. Kandidat lain tersebut adalah Yusmia Ika dan Trianika.


“Alhamdulillah, rasanya senang karena ternyata teman-teman memilih saya,” kata Umatul Mas’udah kepada NU Online Jatim.


Namun demikian, perempuan yang berprofesi sebagai guru itu sempat merasa khawatir mengecewakan kader yang telah memberikan amanah pada dirinya mengingat nama besar Fatayat NU. Tetapi, ia berusaha optimis dengan sepenuh hati, tenaga, dan pikiran untuk menjadikan Fatayat NU Tarik menjadi organisasi yang tetap diminati oleh para pemudi.


“Kami ingin ke depan pemudi di Kecamatan Tarik lebih banyak lagi yang bergabung dengan Fatayat NU. Sehingga Fatayat NU bisa menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.


Alumni Pondok Pesantren Al-Hidayah Tarik dan Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah Mojogeneng, Mojokerto itu mengatakan, selama empat tahun ke depan pihaknya ingin melaksanakan program pemberdayaan ekonomi mandiri, kesehatan, dan pendidikan perempuan.


“Untuk suksesnya agenda tersebut kami akan mengadakan pelatihan. Agar perempuan di Tarik, khususnya kader Fatayat NU, kuat ekonominya, sehat badannya, dan cerdas otaknya,” terangnya.


Alumnus Institut Agama Islam (IAI) Uluwiyah Mojosari, Mojokerto itu mengaku, bahwa dirinya bergabung dengan organisasi yang dilahirkan di Surabaya 24 April 1950 lalu itu sejak 20 tahun lalu. Tepatnya pada tahun 2002 dengan menjadi anggota di Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Kedungbocok.


“Yang menjadikan saya ikut Fatayat NU dulu karena organisasi ini merupakan banom NU dan saya adalah perempuan NU. Maka, sudah sepatutnya generasi pemudi NU bergabung di Fatayat NU,” jelasnya.


Mas'udah pun meminta kepada semua pihak untuk turut memberikan bimbingan, arahan, dan motivasi agar dirinya dan para kader terus semangat berkhidmat dengan totalitas.


​​​​​​​“Mohon bimbingan, arahan, dan bimbingannya agar kami terus semangat berkhidmat di NU, melalui Fatayat NU ini,” pungkasnya.


Metropolis Terbaru